Boleh tinggal di Kanada, pasutri Suriah namakan bayi Justin Trudeau

DUNIA | 16 Juli 2017 19:34 Reporter : Ira Astiana

Merdeka.com - Sepasang suami istri yang mengungsi dari Suriah mengungkapkan rasa terima kasih dengan cara tak biasa kepada Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau karena diterima di negara tersebut.

Afraa Hajj Hammoud dan Mohammed Belal yang dikaruniai seorang anak pada Mei lalu memutuskan untuk memberi nama anak mereka Justin-Trudeau Adam Bilal sebagai ungkapan terima kasih karena disambut dengan baik oleh Trudeau di Kanada.

Sepasang suami istri itu melarikan diri dari Suriah pada 2016 lalu dan mencari suaka ke Kanada. Mereka diterima sebagai warga Kanada tak lama kemudian dan menempati pemukiman di Calgary.

Saat Trudeau menyambangi tempat tinggal mereka, keduanya mengaku tidak menyangka. Bahkan Hammoud sempat mengatakan bahwa ini merupakan pengalaman luar biasa untuk bertemu dengan pria yang mengilhami nama anaknya dan yang membuatnya berkesempatan memulai hidup baru lagi.

"Saya tidak percaya bahwa saya bertemu dengan Perdana Menteri Justin Trudeau. Saya mengenalkan anak saya kepadanya dan dia berkata sangat menghargai keputusan saya menamai anak dengan nama Justin Trudeau," aku Hammoud, seperti dilansir dari laman ABC News, Minggu (16/7).

Hammoud juga mengungkapkan bahwa anak-anak keturunan Suriah biasanya mewarisi nama ayah atau kakek mereka. Namun, dia tidak mengambil keputusan itu sebagai tanda hormat kepada Trudeau.

"Ini adalah bentuk apresiasi dari kami untuk Justin Trudeau. Kami menamai anak kami seperti ini," katanya.

Sekitar 40.000 pengungsi Suriah menetap di Kanada dalam setahun terakhir.

Berbanding terbalik dengan Trudeau, Presiden Amerika Serikat Donald Trump malah enggan menerima pengungsi ke negaranya. Dia bahkan membangun tembok pembatas dengan Meksiko untuk mencegah pengungsi ilegal masuk ke AS. (mdk/ary)

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.