Bom Era PD II Seberat 250 Kg Diledakkan, 600 Warga Dievakuasi

DUNIA | 15 April 2019 12:08 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Bom era Perang Dunia II ditemukan petugas pemadam kebakaran di Frankfurt, Jerman. Temuan dalam latihan menyelam itu kemudian diledakkan dengan aman pada 14 April waktu setempat.

Bom seberat 250 kilogram (550 pon) ditemukan di Sungai Main Frankfurt, anak sungai Rhine, pada Jumat 12 April. Sekitar 600 warga Jerman pun dievakuasi ketika para ahli peledakan bom meledakkan bom itu pada Minggu pagi.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua sukarelawan atas profesionalisme dan keterlibatan mereka - dan semua penduduk yang harus meninggalkan apartemen mereka atas kerja sama dan kesabaran mereka," ujar Wali Kota Frankfurt Peter Feldmann melalui Twitter yang dikutip dari CNN, Senin (15/4).

"Saya berterima kasih juga kepada semua fasilitas di kota yang memberi para pengungsi gratis masuk ke museum terbuka, kebun palem, dan kebun binatang," kata Feldmann pada konferensi pers.

Orang-orang berbaris menjauhi sungai dari lokasi ledakan dan menyaksikan semburan air besar keluar dari sungai ketika bom meledak.

Pada 2017, 60.000 orang dievakuasi karena pihak berwenang menjinakkan bom Inggris yang jauh lebih besar, sebuah tambang udara berkapasitas 1,4 ton HC 4.000, yang ditemukan di lokasi konstruksi Frankfurt Jerman.

Sekitar 50.000 orang di Hannover Jerman juga pernah dievakuasi dari tempat tinggal mereka pada Minggu 7 Mei 2017. Upaya itu dilakukan karena para ahli akan menjinakkan lima bom peninggalan Perang Dunia II yang ditemukan di sejumlah area kota.

Seperti diberitakan BBC, Sabtu 6 April 2017, operasi penjinakan bom sisa Perang Dunia ini merupakan yang kedua dilakukan di Jerman. Kali ini diprediksi akan berdampak pada sekitar sepersepuluh populasi kota.

Evakuasi akan dilakukan terhadap penghuni rumah dan gedung, yang berada di kawasan terdampak, termasuk tujuh rumah perawatan, sebuah klinik, dan pabrik ban Continental.

Pemerintah berharap, warga yang terdampak dapat kembali ke rumah mereka pada Minggu malam.

Evakuasi mulai dilakukan pada pukul 09.00 pagi waktu setempat. Para penduduk disarankan untuk membawa barang-barang yang dibutuhkan seperti obat-obatan bersama mereka ketika pergi dari gedung.

Warga juga diminta memadamkan aliran gas dan sambungan listrik untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Otoritas lokal melaporkan bahwa upaya penjinakan bom ini juga akan berdampak pada perjalanan kereta.

Pemerintah kota juga telah menyusun program tur, pemutaran film anak-anak dan pertandingan olahraga untuk membantu mereka yang dievakuasi menghabiskan waktu sembari menanti bom-bom lawas itu dijinakkan.

Menurut kantor berita Jerman, DPA, puluhan ribu porsi sup telah disiapkan untuk masyarakat yang mengungsi saat penjinakan bom dilakukan.

Reporter: Tanti Yulianingsih

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Mengenal Isi Konvensi Jenewa, Hukum Perang di Seluruh Dunia
5 Negara Paling Berbahaya di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?
Melihat Warisan Perang Dunia II di Museum Rumah Bundar Tarakan
Huthi Siap Lakukan Gencatan Senjata di Yaman Jika Koalisi Saudi Mau Berdamai
Peringati 100 Tahun Berakhirnya Perang Dunia I, Bunga Poppy Hiasi Monumen Cenotaph
Peringatan Akhir Perang Dunia I, Ini Kunjungan Bersejarah Pemimpin Jerman & Prancis

(mdk/did)