Bos Boeing Minta Maaf Atas Jatuhnya Pesawat di Indonesia dan Ethiopia

DUNIA | 17 Juni 2019 17:24 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - CEO Boeing Kevin McAllister dalam acara Paris Air Show hari ini menyampaikan kepada wartawan, perusahaannya sebagai produsen pesawat Boeing, meminta maaf atas jatuhnya pesawat Lion Air JT610 di Indonesia dan Ethiopian Airlines beberapa waktu lalu.

"Kami memohon maaf atas jatuhnya korban jiwa" dari pesawat Lion Air yang jatuh pada Oktober lalu dan Ethiopian Airlines pada Maret lalu, kata dia, seperti dilansir laman the Washington Post, Senin (17/6). Total 346 orang tewas dalam dua kecelakaan itu.

McAllister juga menuturkan dia meminta maaf atas gangguan terhadap sejumlah maskapai di seluruh dunia yang harus menghentikan penerbangan seluruh pesawat Boeing MAX. Dia menekankan perusahaannya kini sedang bekerja keras mencari tahu apa yang salah tapi dia tidak menyebut kapan pesawat Boeing 737 MAX 8 bisa terbang kembali.

Petinggi Boeing lainnya juga mengatakan perusahaan mereka fokus kepada faktor keselamatan dan ikut berduka cita terhadap korban tewas.

Alat sensor pengukur ketinggian di kedua pesawat nahas itu diketahui tidak berfungsi sehingga membuat perangkat lunak anti-stall membuat hidung pesawat menukik dan pilot tidak mampu mengendalikan pesawat ke posisi semula.

Saat ini penyelidikan masih berjalan. Para tokoh dan pemerhati dunia penerbangan saat ini berkumpul di acara Paris Air Show yang menyampaikan keprihatinan mereka atas jatuhnya dua pesawat Boeing 737 MAX 8 itu.

Baca juga:
Survei: Warga AS Masih Takut Naik Boeing 737 Max
Boeing Target Pesawat 737 Max Bisa Kembali Terbang Akhir 2019
FAA Sebut Boeing 737 Max dan NG Memiliki Komponen Cacat
13 Maskapai China Minta Boeing Tangani Kerugian Rp8,3 Triliun
Menhub Budi: Boeing 737 Max 8 Dilarang untuk Angkutan Mudik Lebaran 2019
Pesawat 737 Max Tak Boleh Terbang, China Eastern Tuntut Kompensasi Pada Boeing

(mdk/pan)