Buku Karya Aktivis Pro-Demokrasi Ditarik Dari Seluruh Perpustakaan Hong Kong

Buku Karya Aktivis Pro-Demokrasi Ditarik Dari Seluruh Perpustakaan Hong Kong
DUNIA | 6 Juli 2020 15:31 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Buku-buku karya para tokoh pro-demokrasi telah ditarik dari perpustakaan umum di Hong Kong setelah adanya Undang-Undang keamanan baru yang kontroversial.

Pihak berwenang yang mengelola perpustakaan mengatakan, buku-buku itu akan ditinjau untuk melihat apakah ada unsur melanggar UU keamanan yang belum lama ini disahkan, dilansir dari BBC, Senin (6/7).

UU ini mengatur pemisahan diri (separatis), subversi, dan terorisme dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup.

Para penentang mengatakan, UU itu mengikis kebebasan Hong Kong sebagai wilayah semi-otonom China. Beijing membantah hal ini.

Kedaulatan Hong Kong diserahkan kembali ke China oleh Inggris pada 1997 dan hak-hak tertentu seharusnya dijamin selama setidaknya 50 tahun di bawah perjanjian "satu negara, dua sistem".

Sejak UU keamanan mulai berlaku pada Selasa lalu, beberapa aktivis pro demokrasi terkemuka mengundurkan diri dari peran mereka. Salah satu dari mereka - pemimpin mahasiswa dan legislator lokal Nathan Law - telah meninggalkan wilayah tersebut.

Baca Selanjutnya: Sedikitnya sembilan buku telah ditarik...

Halaman

(mdk/pan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami