Capres Prancis: Uni Eropa bakal mati

DUNIA | 27 Maret 2017 14:26 Reporter : Yulistyo Pratomo

Merdeka.com - Keberadaan Uni Eropa tidak hanya mendapatkan ancaman dari luar, seorang calon presiden Prancis secara terang-terangan menganggap organisasi benua biru itu tak akan bertahan lama. Sejalan dengan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Turki Recep Tayib Erdogan, capres Prancis Marine Le Pen meyakini badan itu bakal mati.

"Uni Eropa nakal mati karena rakyat tidak menginginkannya lagi... arogan dan kekaisaran utama yang ditakdirkan binasa," kata Le Pen di depan massa pendukungnya, Senin (27/3), seperti dilansir Reuters.

Pernyataan keras itu disampaikan Le Pen dalam kampanyenya, apalagi dia menjanjikan akan melindungi Prancis dari perdagangan bebas agar mendapatkan lebih banyak dukungan sebelum Pemilu dimulai.

Keyakinan itu diungkapkan Le Pen setelah terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden, di mana kemenangannya di luar prediksi banyak media. Termasuk keluarnya inggris yang menginginkan keluar dari EU. Pemimpin euroskeptik dan anti-imigran dari Partai Front Nasional ini menyatakan Prancis akan menyusul dua negara itu dan menganggapnya perlawanan rakyat terhadap globalisasi.

"Ini saatnya untuk mengalahkan kaum globalis," lanjutnya sembari menyerang rival utamanya Emmanuel Macron dan kalangan konservatif Francois Fillon, atas janji-janjinya yang Pro-EU dan pro-kebijakan pasar.

Dalam jajak pendapat terakhir, Le Pen diprediksi akan mendapatkan hasil positif dalam tahap pertama Pemilu Presiden pada 23 April mendatang, dan kemungkinan kalah dari Macron saat tahap kedua yang berlangsung pada 7 Mei.

Tetapi jumlah pemilih yang belum menentukan calonnya masih sangat besar, dan bisa jadi membuat hasil terakhir bakal di luar prediksi yang ada, Apalagi ramainya konstalasi pemilu di Prancis dinilai mampu mendorong orang-orang beranjak ke TPS-TPS setempat.

Meski demikian 72 persen pemilih Prancis menyatakan tetap menginginkan euro sebagai mata uang mereka, seperti dilansir harian Le Figaro. Sebaliknya, mayoritas pemilih FN justru ingin negeri mereka keluar dari euro.

Baca juga:

Bertemu capres Prancis, Putin bantah ingin pengaruhi pemilu

Deretan serangan teror yang bikin geger Eropa

Indonesia-Prancis akan kerja sama bidang maritim dan ekonomi kreatif

Mengunjungi rumah sakit khusus anak autis

Anaknya makan gaji buta, menteri Prancis mengundurkan diri

(mdk/tyo)