Cerita mengejutkan pemilik Porsche, sekarang jadi gelandangan

DUNIA | 10 April 2015 08:06 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Saat masih punya banyak uang, Cameron Hunter memiliki separuh dari bisnis yang dijalankannya. Dia tinggal di rumah mewah dan mengendarai mobil sport mahal buatan Eropa.

"Saya merasa semuanya serba cukup tapi keadaan bisa berubah," kata pria tinggal di Darwin, Australia, itu kepada stasiun radio ABC News.

Dua puluh tahun kemudian Hunter harus tinggal di sebuah rumah kaum tuna wisma. Dia tidak punya rumah lagi alias gelandangan.

Sisa masa kejayaannya yang masih bisa dilihat adalah sebuah foto pada 1997 ketika Hunter sedang tersenyum lebar di samping mobil Porsche warna biru miliknya, seperti dilansir ABC News, Rabu (8/4).

Dia kemudian menjual mobil itu dan secara perlahan jatuh ke lubang kemiskinan. "Itu kematian yang pelan," kata dia.

Pria kelahiran Selandia Baru itu meninggalkan negaranya ketika usianya 20-an tahun. Dia kemudian mengunjungi Eropa kemudian menjadi gelandangan di Prancis selama dua tahun. Nasib membawanya ke Thailand.

"Saya dideportasi ke Australia lalu menerima surat penerimaan di bandara dan mereka langsung memenuhi segala keperluan saya."

Dia lalu bisa bekerja di tambang Kalgoorlie di sebelah barat Australia dan membeli sebuah rumah. Namun dia kembali gagal mempertahankan hartanya setelah kehilangan pekerjaan.

"Saya punya sakit punggung dan hernia sehingga tidak bisa bekerja. Dua tahun saya luntang-lantung dan akhirnya beginilah."

Dia tiba di Darwin pada 2003 dan sejak itu dia kadang bekerja kadang tidak. "Saya punya kira-kira seratus pekerjaan sejak menjadi luntang-lantung."

Tahun lalu dia mendaftar untuk meminta dukungan keuangan dari Pusat Bahkita Darwin. Tempat dia tinggal sekarang dikelola oleh lembaga amal St Vincent de Paul. "Mereka cukup mendukung dan memberi lingkungan yang nyaman."

Hunter kini bekerja paruh waktu sebagai penata buku. "Saya memulai kembali hidup saya dan mulai menemukan diri sendiri," kata dia. (mdk/pan)

Baca juga:

Miris, hidup di tengah Kota Bekasi Mbok Niti makan nasi aking

Tak dirawat keluarga, nenek ini tiga tahun minum air hujan

Ditelantarkan keluarga, nenek ini jadi 'manusia gua'

Cerita nenek renta idap kanker kulit, tak masuk daftar warga miskin

Lumpuh, bujang 60 tahun hidup memprihatinkan di gubuk reyot

Kisah Supiyem, tuna netra dan hidup seorang diri di rumah reyot

Suami minggat dengan WIL 5 tahun lalu, Rinawati hidup terlunta-lunta

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.