Cerita Penduduk Beirut: Saya Tak Percaya Saya Masih Hidup

Cerita Penduduk Beirut: Saya Tak Percaya Saya Masih Hidup
DUNIA | 5 Agustus 2020 12:22 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Membingungkan, menghancurkan, malapetaka: ini adalah beberapa kata yang diucapkan orang-orang di Beirut dan sekitar untuk menggambarkan ledakan besar yang mengguncang ibu kota Lebanon tersebut, menewaskan puluhan orang dan ribuan lainnya terluka.

Ledakan di Pelabuhan Beirut pada Selasa sore terasa di seluruh kota dan sekitarnya, menyebabkan kerusakan meluas dan kepanikan. Pihak berwenang meluncurkan penyelidikan untuk mengetahui penyebab ledakan.

Beberapa penduduk Beirut yang selamat dari ledakan tersebut mengisahkan kepada Aljazeera detik-detik setelah ledakan terjadi.

"Saya berada beberapa meter dari fasilitas listrik di Lebanon, yang searah dengan pelabuhan," kata salah seorang penduduk Beirut, Nada Hamza, dilansir Aljazeera, Rabu (5/8).

"Saya keluar dari mobil saya, saya lari ke pintu masuk salah satu bangunan, kemudian saya menyadari bangunan itu hancur. Kemudian, saya mencoba menelepon orang tua saya, tapi saya tidak bisa menghubungi siapapun," tambahnya.

"Saya tidak percaya saya masih hidup."

Baca Selanjutnya: Sangat Dahsyat...

Halaman

(mdk/pan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami