Charlie Hebdo Muat Kartun Cabul Erdogan, Turki akan Ambil Tindakan Hukum

Charlie Hebdo Muat Kartun Cabul Erdogan, Turki akan Ambil Tindakan Hukum
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. ©2016 Merdeka.com
DUNIA | 29 Oktober 2020 15:00 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Turki berjanji akan mengambil tindakan hukum dan diplomatik terkait kartun Presiden Recep Tayyip Erdogan yang dimuat majalah Prancis, Charlie Hebdo.

Kartun itu menggambarkan Erdogan menyibak gaun seorang perempuan berjilbab.

Media pemerintah menyampaikan, jaksa Turki telah meluncurkan penyelidikan resmi terkait majalah satir tersebut, seperti dikutip dari BBC, Kamis (29/10).

Ketegangan antara Prancis dan Turki meningkat setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron berjanji akan lebih keras terhadap kelompok Islam radikal. Erdogan menyerukan warga Turki memboikot produk Prancis. Dia juga meminta Macron periksa kesehatan jiwanya terkait sikapnya terhadap Muslim.

Kartun Erdogan memicu kemarahan di kalangan pemerintah Turki. Direktur Komunikasi Kepresidenan, Fahrettin Altun memyampaikan Charlie Hebdo baru saja mempublikasikan kartun penuh gambar hinaan terhadap Presiden Turki.

"Kami mengutuk upaya paling menjijikan oleh majalah ini yang bertujuan menyebarkan rasisme budaya dan kebencian," tegasnya.

Wakil Presiden Turki, Fuat Oktay menyerukan komunitas internasional angkat suara melawan apa yang disebutnya hal memalukan.

"Anda tidak bisa membodohi orang dengan bersembunyi di balik kebebasan berpikir," tulisnya di Twitter.

Sebagai tanggapan, majalah satir Turki yang pro pemerintah, Misvak mengunggah sejumlah kartun mengkritik Macron and Charlie Hebdo di akun Twitternya.

2 dari 2 halaman

Gugat Politikus Belanda

Tak hanya kartun Charlie Hebdo yang membuat geram pemerintah Turki pekan ini. Presiden Erdogan juga menggugat anggota parlemen dari kelompok kanan Belanda, Geert Wilders karena mengunggah kartun Erdogan di Twitter.

Kartun itu menggambarkan Erdogan memakai topi kekaisaran Utsmaniyah berbentuk seperti bom, di mana Wilders menulis keterangan "teroris".

Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte mengkritik respons Erdogan.

"Saya punya pesan untuk Presiden Erdogan dan pesannya sederhana: Di Belanda, kebebasan berekspresi adah salah satu nilai tertinggi kami," ujarnya. (mdk/pan)

Baca juga:
Presiden Mesir: Kebebasan Berekspresi Harus Berhenti Jika Singgung 1,5 Miliar Muslim
Imam Besar Al Azhar Minta Umat Muslim Lawan Ujaran Kebencian dengan Tenang & Rasional
Kecam Prancis, Presiden Iran Sebut Menghina Nabi Muhammad Berarti Hinaan Bagi Muslim
Gaung Ketakutan di Eropa Usai Pembunuhan Guru di Prancis
Penikaman di Dekat Bekas Kantor Charlie Hebdo Karena Penerbitan Ulang Karikatur Nabi
Aksi Penikaman Terjadi di Dekat Bekas Kantor Charlie Hebdo

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami