Chile Lakukan Misi Pencarian Pesawat Jatuh Bawa 38 Penumpang di Antartika

DUNIA | 11 Desember 2019 17:16 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Pesawat Hercules Angkatan Udara Chile yang membawa 38 penumpang hilang kontak dan dinyatakan jatuh karena kehabisan bahan bakar pada Senin kemarin. Misi pencarian pun dilakukan dengan menerjunkan pesawat, kapal, dan satelit menyisir wilayah Antartika.

Pesawat ini diketahui jatuh saat akan menuju pangkalan militer di Antartika. AU Chile menyampaikan dua kapal, belasan pesawat dan tiga satelit diterjunkan dalam pencarian.

Pejabat mengatakan pesawat tersebut lepas landas dalam kondisi cuaca baik pada Senin, kendati pesawat tersebut terbang di wilayah dengan kondisi cuaca yang bisa berubah dengan cepat, dengan suhu yang beku dan angin kencang.

Menteri Pertahanan Alberto Espina mengatakan peluang pihaknya menemukan penumpang yang selamat terlihat sulit.

"Peluangnya sulit tapi menurut saya sangat keliru jika kita kehilangan harapan saat ini ketika kita melakukan segala hal yang mungkin dilakukan manusia dan dengan seluruh energi dan tekad kita," kata Espina kepada wartawan.

"Angkatan udara telah melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengklarifikasi fakta dengan transparansi penuh," lanjutnya, seperti dilansir dari Aljazeera, Rabu (11/12).

Pesawat C-130 Hercules lepas landas pukul 16.55 waktu setempat dari kota Punta Arenas pada Senin menuju pangkalan Presiden Eduardo Frei Antartika, pesawat kehilangan kontak pada pukul 18.13, kata AU Chile dalam pernyataannya.

Pesawat membawa 17 kru dan 21 penumpang, termasuk tiga warga sipil. Para personil akan memeriksa jalur pasokan bahan bakar mengambang dan peralatan lainnya di pangkalan tersebut.

1 dari 2 halaman

Tawaran Bantuan

Presiden Sebastian Pinera menyampaikan melalui Twitter dia akan terbang menuju Punta Arena bersama Menteri Dalam Negeri Gonzalo Blumel. Di sana dia akan bertemu Espina untuk memantau misi pencarian dan penyelamatan.

"Harapan dan doa untuk keluarga 38 kru dan penumpang pesawat FACh (AU) C-130," tulisnya di Twitter, dimana Presiden Brasil Jair Bolsonaro menawarkan bantuan.

Pinera mengatakan, tawaran bantuan udara dan laut juga datang dari pemerintah Argentina.

Selat Drake, lokasi pesawat itu hilang, dikenal karena kondisi cuaca buruk, termasuk suhu beku dan badai ganas. Tetapi AU mengatakan pada Senin malam bahwa cuaca bagus ketika pesawat memulai penerbangannya.

2 dari 2 halaman

Jenderal Eduardo Mosqueira dari Brigade Udara Keempat mengatakan kepada media setempat bahwa operasi pencarian sedang berlangsung dan sebuah kapal berada di area umum tempat pesawat seharusnya berada ketika kontak hilang.

Mosqueira mengatakan pesawat itu akan berada sekitar setengah jalan ke pangkalan Antartika ketika kehilangan kontak. Tidak ada sinyal darurat yang diaktifkan, katanya.

Dia mengatakan pesawat, yang pilotnya memiliki pengalaman luas, telah dijadwalkan kembali pada Senin malam.

Mereka yang berada di dalam pesawat akan melakukan tugas-tugas dukungan logistik untuk pemeliharaan fasilitas Chile di pangkalan Antartika, kata angkatan udara. (mdk/pan)

Baca juga:
Pesawat Hercules Chile Hilang Dinyatakan Jatuh karena Kehabisan Bahan Bakar
Pesawat Bawa 38 Penumpang di Chile Hilang Saat Menuju Antartika
Aksi Telanjang Dada di Tengah Protes Kekerasan Terhadap Wanita Chile
Puluhan Nyawa Melayang dalam Kecelakaan Bus Maut di Chile
5 Peradaban Kuno dan Maju, Namun Hancurnya Misterius
Sampah Berserakan di Kota Santiago Akibat Petugas Mogok Kerja

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.