China Ancam Perang Jika Taiwan Ingin Merdeka

DUNIA | 25 Juli 2019 11:10 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kementerian Pertahanan China memperingatkan siap berperang jika ada langkah menuju kemerdekaan Taiwan. China juga menuduh Amerika Serikat (AS) merusak stabilitas global karena melakukan penjualan senjata ke Taiwan.

Diketahui Kementerian Luar Negeri AS menyetujui penjualan senjata yang diminta oleh Taiwan, termasuk tank dan rudal Stinger yang diperkirakan bernilai sekitar USD 2,2 miliar atau Rp30,7 triliun. China menanggapi dengan mengatakan akan memberlakukan sanksi terhadap perusahaan AS yang terlibat dalam kesepakatan semacam itu.

"China akan melakukan upaya terbesarnya untuk penyatuan kembali secara damai," kata juru bicara Kementerian Pertahanan China, Wu Qian, dilansir dari Channel News Asia pada Rabu (24/7).

"Namun, kami harus dengan tegas menunjukkan bahwa kemerdekaan Taiwan adalah jalan buntu. Militer China akan siap berperang untuk menjaga kedaulatan nasional, persatuan, dan integritas wilayah," lanjutnya.

Amerika Serikat adalah pemasok senjata utama ke Taiwan, yang dianggap sebagai provinsi patuh oleh China, namun tidak pernah menindaknya dengan penggunaan kekuatan militer. AS tidak memiliki hubungan formal dengan Taiwan, tetapi terikat oleh hukum untuk membantu negara pulau itu menyediakan sarana pertahanan diri.

Pemerintah China mengatakan AS telah memicu persaingan intensif di antara negara-negara utama, yang secara signifikan meningkatkan pengeluaran pertahanannya dan merusak stabilitas strategis global. Pengeluaran pertahanan China akan mempertahankan pertumbuhan yang moderat dan stabil, tetapi itu relatif rendah, dibandingkan dengan negara-negara besar lainnya.

"Masih ada kesenjangan yang lebar antara pengeluaran pertahanan China dan persyaratan untuk menjaga kedaulatan nasional, keamanan, dan kepentingan pembangunan," ujarnya.

Dewan Urusan Daratan Taiwan mengecam keras ancaman yang disampaikan China.

"Perilaku provokatif Beijing telah serius melanggar prinsip perdamaian dalam hukum dan hubungan internasional, menantang keamanan dan ketertiban regional," kata lembaga itu dalam sebuah pernyataan.

"Kami mendesak pemerintah China untuk melepaskan tindakan irasional dan jahat seperti penggunaan kekuatan, serta meningkatkan hubungan lintas selat dan menangani masalah termasuk Hong Kong secara rasional, sehingga dapat menjadi anggota regional yang bertanggung jawab," pungkasnya.

Reporter: Happy Ferdian Syah Utomo
Sumber: Liputan6

Baca juga:
Keliling Dunia Naik Sepeda, Jacky Chen Sudah Lintasi 64 Negara
Latihan Militer, Jet Tempur Taiwan Mendarat di Jalan Raya
Reaksi LGBT Taiwan Usai Dewan Legislatif Legalkan Pernikahan Sejenis
Jokowi-Ma'ruf Menang Telak di Taiwan, Prabowo-Sandi Kebagian 13,6 Persen Suara
Bos Foxconn Taiwan Maju Nyapres karena Mimpi Sosok 'Nyi Roro Kidul'
Sejarah Taiwan dan Ekshibisi Andy Warhol di Chiang Kai-shek Memorial Hall

(mdk/pan)

TOPIK TERKAIT