China Balas Seruan Boikot Film Mulan dengan #SupportMulan

China Balas Seruan Boikot Film Mulan dengan #SupportMulan
DUNIA | 22 Agustus 2019 22:45 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Media sosial China diramaikan tagar #SupportMulan untuk memberikan dukungan bagi film Mulan. Dukungan ini muncul setelah film produksi Disney itu mendapat ancaman boikot oleh warga Hong Kong, menyusul dukungan pemeran utamanya kepada polisi Hong Kong.

Pekan lalu, Liu Yifei, aktris kelahiran China yang memerankan tokoh Mulan, menuai kontroversi atas pernyataannya soal unjuk rasa Hong Kong. Liu menyatakan dukungan kepada polisi Hong Kong yang selama ini dituduh menggunakan kekuatan berlebihan dalam menghadapi kerusuhan.

"Saya mendukung kepolisian Hong Kong. Anda semua dapat melawan saya sekarang. Memalukan bagi Hong Kong," unggah Liu di akun Weibo, platform media sosial serupa Twitter.

Dilansir dari laman CNN, sesaat setelah unggahannya tersebut, tagar #BoycottMulan pun banyak diserukan di Twitter. Dalam hitungan jam, tagar tersebut menjadi tren di Twitter Hong Kong dan Amerika Serikat. Tagar tersebut menjadi bentuk penolakan atas sikap aktris berkewarganegaraan Amerika itu. Para pengguna Twitter yang mendukung peserta unjuk rasa pro-demokrasi Hong Kong menuduh Liu mendukung kebrutalan polisi.

Tetapi cerita berbeda terjadi di dunia maya China dan media pemerintah. Di Weibo, aktris berusia 31 tahun itu justru mendapat dukungan cukup besar.

Pada Kamis (22/8), China Times menerbitkan berita yang menentang boikot film Mulan. Media milik pemerintah itu menyebut tagar #BoycottMulan sebagai aksi kekerasan siber terhadap orang-orang yang mendukung China.

"Karena tagar #Mulan pernah menjadi tren teratas di Twitter, para penentang ini hanya ingin menggunakan popularitas film untuk menodai polisi Hong Kong" tulis Li Qingqing dalam media tersebut, sebagaimana dikutip oleh CNN.

Li juga mengatakan, akun Twitter yang terlibat dalam tagar boikot film Mulan harus ditangguhkan.

CNN menuliskan, tagar #SupportMulan sebagian besar diisi oleh unggahan yang merujuk pada bentuk kekerasan yang terjadi selama unjuk rasa berlangsung. Unggahan-unggahan itu juga menuduh para peserta aksi sebagai "penjahat" atau antek Amerika yang berjuang untuk kemerdekaan Hong Kong.

Reporter Magang: Anindya Wahyu Paramita (mdk/eko)

Baca juga:
Warga Hong Kong Ancam Boikot Film Mulan karena Aktrisnya Dukung Polisi
Twitter, Facebook Tuding China Galang Kampanye Mencela Demonstran Hong Kong
Panas Dingin Hubungan China-Australia karena Demo Hong Kong
Intip Militer China Latihan Hadapi Demonstran di Perbatasan Hong Kong
Petugas Perbatasan China - Hong Kong Razia Ponsel Wisatawan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami