China Bangun Rumah Sakit untuk Tampung Pasien Virus Corona, Akan Selesai Dalam 6 Hari

DUNIA | 26 Januari 2020 12:15 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Pemerintah China terus berupaya menanggulangi penyebaran virus Corona Wuhan. Kini, negara itu mempercepat pembangunan rumah sakit khusus pasien penyakit misterius itu.

Dikutip dari laman Xinhua, Sabtu (25/1), rumah sakit itu kini tengah dibangun di atas lahan seluas 25 ribu meter persegi. Puluhan mesin pengeruk bekerja bersama-sama di lahan itu.

Rumah sakit itu nantinya akan memiliki 1.000 ranjang pasien untuk perawatan terisolir dan efisien bagi pasien virus Corona Wuhan.

Lokasi RS masih berada di Wuhan, atau tepatnya di Distrik Caidian, sebelah barat Wuhan. Ide pembangunan RS ini berasal dari pengalaman ketika virus SARS merebak di awal tahun 2000-an.

1 dari 3 halaman

Saat itu pemerintah China juga membangun rumah sakit khusus SARS. Tercatat, sepertujuh pasien SARS langsung dirawat di rumah sakit itu dalam dua bulan pertama.

Saat ini jumlah pasien yang terkena virus Corona Wuhan di China dan seluruh dunia sudah melewati 1.300 orang. RS baru ini targetnya akan mulai beroperasi pada 3 Februari mendatang.

Dilansir dari laman Business Insider, berdasarkan laporan situs berita pemerintah The Paper, rumah sakit baru itu akan dibangun dalam enam hari, mengutip media pemerintah People's Daily.

Rumah sakit itu akan dibuat dari bangunan prefabrikasi - membuatnya lebih cepat dan lebih murah untuk membangun - di pinggiran kota, People's Daily melaporkan.

2 dari 3 halaman

Turis di Bali terjangkit virus Corona

Tiga orang turis dari China diduga terjangkit virus Corona. Dari ciri-ciri tubuhnya, tiga turis tersebut mengalami gejala seperti orang yang terjangkit virus yang awal mula terdeteksi di Wuhan, China itu.

Untuk penanganan dan deteksi lebih lanjut, ketiganya menjalani pemeriksaan intensif di RSUP Sanglah Denpasar. Mereka menempati ruang khusus atau ruang isolasi.

Terkait informasi itu, Humas RSUP Sanglah Denpasar, Dewa Ketut Kresna membenarkannya. "Ya, seperti sebagaimana diberitakan media," kata Dewa saat dihubungi wartawan, Jumat kemarin.

3 dari 3 halaman

Informasi yang dihimpun, ketiga turis yang terjangkit virus Corona itu terdiri dari satu orang dewasa asal Meksiko dan dua anak-anak asal China. Turis asal Meksiko itu telah lama tinggal di China.

Ia kemudian melakukan perjalanan ke beberapa negara sebelum akhirnya ke Indonesia melalui Jakarta. Dari Ibu Kota, ia terbang ke Pulau Bali. Di sini lah ia terdeteksi memiliki gejala seperti terserang virus Corona.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr Ketut Suarjaya menjelaskan jika ketiganya telah menjalani pemeriksaan intensif sesuai prosedur yang berlaku. Dari hasil pemeriksaan, satu orang dinyatakan negatif. Hanya saja ia tak menjelaskan secara rinci identitas turis yang dinyatakan negatif tersebut.

Sebab, masih ada sejumlah prosedur lanjutan yang harus dilalui oleh mereka. "Masih menunggu hasil lab hari ini. Satu pasien negatif," katanya, menjelaskan, prosedur penanganan virus Corona.

Reporter: Tommy Kurnia

Sumber: Liputan6.com (mdk/pan)

Baca juga:
Lion Air Pastikan 7 Penumpang Asal Hunan Bebas Virus Corona
Kesaksian WNI: Tersiksa Akibat Merebaknya Virus Corona di Wuhan, China
Diduga Korban Virus Corona Jatuh Bergelimpangan di Jalan, Menakutkan!
Tarik Turis, Pemerintah Harus Pastikan Indonesia Aman dari Virus Corona
Suhu Badan Tinggi, Kru Lion Air Rute Manado-Guangzhou Langsung Diisolasi
3 Orang di Malaysia Dilaporkan Positif Virus Corona
Jawa Barat Berpotensi Terpapar Virus Corona

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.