China-India Saling Tuding dan Klaim Usai Bentrokan yang Tewaskan 20 Tentara

China-India Saling Tuding dan Klaim Usai Bentrokan yang Tewaskan 20 Tentara
DUNIA | 18 Juni 2020 11:39 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Dalam beberapa hari terakhir, hubungan China-India memanas setelah terjadi bentrokan mematikan antar pasukan kedua negara di sepanjang perbatasan Himalaya yang disengketakan. Kedua negara berjanji untuk melindungi wilayah mereka tetapi juga mencoba mengakhiri pertikaian.

Sebanyak 20 tentara India dilaporkan tewas dalam bentrokan Senin malam di Lembah Galwan di wilayah Ladakh, sementara itu tidak jelas apakah ada korban dari pihak China.

Pasukan keamanan India mengatakan tidak ada pihak yang menembak dan beberapa pejabat mengatakan tentara membawa perlengkapan anti huru hara, bukan senjata. Para prajurit India, termasuk seorang kolonel, meninggal karena luka parah yang diderita pada suhu di bawah nol setelah kedua belah pihak saling melemparkan batu dan saling baku hantam, kata para pejabat India.

Itu adalah konflik paling mematikan antara kedua belah pihak dalam 45 tahun, dan meningkatkan kebuntuan di wilayah yang disengketakan yang dimulai pada awal Mei, ketika para pejabat India mengatakan tentara China melintasi perbatasan di tiga titik yang berbeda, mendirikan tenda dan pos jaga, serta mengabaikan peringatan lisan.

Hal itu memicu pertengkaran, lemparan batu dan perkelahian, sebagian besar diputar ulang di saluran berita televisi dan media sosial.

Baca Selanjutnya: Menteri Luar Negeri China Wang...

Halaman

(mdk/pan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami