China Kecam Tindakan 'Mirip Terorisme' di Bandara Hong Kong

DUNIA | 14 Agustus 2019 18:23 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pemerintah China hari ini mengecam aksi demonstran pro-demokrasi Hong Kong dengan menyebut tindakan mereka 'mirip terorisme'.

Laman Al Arabiya melaporkan, Rabu (14/8), komentar China itu menanggapi demo yang terjadi di bandara Hong Kong setelah demonstran memukuli dua pria.

Dua terminal di bandara itu ditutup oleh para demonstran kemarin. Unjuk rasa di Hong Kong sudah berlangsung selama 10 pekan sampai membuat bandara lumpuh.

Sejumlah pengunjuk rasa kemarin juga mengepung, mengikat, dan memukuli seorang pria yang menggunakan rompi kuning yang diidentifikasi sebagai wartawan Global Times, media pemerintah China.

Selain itu ada juga seorang lelaki lain yang dikatakan oleh Beijing merupakan salah satu warga Shenzhen yang sedang berkunjung ke Hong Kong.

"Kami mengecam keras tindakan seperti teroris ini," kata Xu Luying, juru bicara Dewan Hubungan Negara Hong Kong dan Makau, yang menyebut kedua pria tersebut adalah 'rekan senegaranya daratan China'.

Pria yang diidentifikasi Xu sebagai warga Shenzhen itu sempat ditahan selama dua jam dan akhirnya dibawa dengan ambulans.

"Tindakan para demonstran sangat merusak citra internasional Hong Kong, dan secara langsung melukai perasaan orang-orang China daratan," kata Xu, "kejahatan yang sangat keji harus dihukum berat."

"Kami dengan tegas mendukung kepolisian dan peradilan Hong Kong untuk secara tegas membawa para kriminal ke pengadilan sesegera mungkin."

Aksi unjuk rasa di Hong Kong sudah berlangsung selama 10 pekan. Demonstrasi besar-besaran yang diikuti jutaan orang ini dipicu rencana pemerintah Hong Kong meloloskan RUU Ekstradisi.

Reporter Magang: Ellen RiVerren

(mdk/pan)

BERI KOMENTAR
Join Merdeka.com