China Klaim Warga Uighur Telah 'Lulus' dari Kamp di Xinjiang dan Hidup Bahagia

DUNIA | 9 Desember 2019 15:32 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Warga yang berada dalam pusat pelatihan kejuruan di Xinjiang telah 'lulus' dan hidup bahagia, kata pejabat China pada Senin. Namun etnis Uighur dan etnis minoritas Muslim lainnya dari wilayah tersebut mengatakan anggota keluarga mereka masih ditahan dengan sewenang-wenang di kamp-kamp dan penjara.

Shohrat Zakir, Gubernur Xinjiang, menyampaikan pernyataan tersebut saat konferensi pers sebagai bagian dari kampanye propaganda yang diluncurkan setelah persetujuan Kongres AS pekan lalu terkait Undang-Undang Kebijakan Hak Asasi Manusia Uighur.

"Ketika nyawa warga dari semua kelompok etnis di Xinjiang benar-benar terancam oleh terorisme, AS menjadi tuli," kata Zakir, dilansir dari laman Associated Press, Senin (9/12).

"Sebaliknya, sekarang masyarakat Xinjiang terus berkembang dan orang-orang dari semua etnis hidup dan bekerja dalam damai, AS merasa tidak nyaman, dan menyerang serta memfitnah Xinjiang," lanjutnya.

UU AS mengecam penahanan massal sekitar 1 juta warga Uighur, Kazakhs dan etnis lainnya. UU itu juga mengatur kemungkinan sanksi terhadap pejabat pemerintah China yang dianggap bertanggung jawab atas pelanggaran HAM di Xinjiang.

1 dari 1 halaman

Mantan tahanan dan keluarganya mengungkapkan kepada AP, pusat 'pendidikan ulang' sesungguhnya adalah penjara dimana mereka dipaksa meninggalkan agama Islam dan berterima kasih kepada Partai Komunis. Mereka korban indoktrinasi dan penyiksaan, kata para tahanan.

Sementara pihak berwenang China menyebut penahanan tersebut sebagai bentuk pelatihan kejuruan, dokumen rahasia baru-baru ini bocor ke konsorsium organisasi media mengungkapkan strategi yang disengaja untuk mengunci etnis minoritas meskipun mereka tidak melakukan kejahatan.

Pimpinan Partai Komunis Kota Urumqi ibu kota Xinjiang, Xu Hairong, tidak membantah keaslian dokumen tersebut. Dia mengatakan, bagaimanapun, tidak ada yang namanya "kamp tahanan."

"Laporan oleh The New York Times, Konsorsium Internasional Jurnalis Investigasi dan organisasi media asing murni upaya jahat untuk menodai dan mendiskreditkan pusat pendidikan kejuruan Xinjiang dan upaya deradikalisasi dan kontraterorisme," jelas Xu.

Pejabat China berulang kali menolak memberikan data berapa banyak orang yang berada di pusat pelatihan tersebut, namun mereka bersikeras jauh dari jumlah yang diperkirakan yaitu 1 juta. Zakir mengatakan angka tersebut 'dinamis'.

Mereka yang berada di pusat pelatihan tersebut belajar bahasa Mandarin, hukum, ahli kejuruan dan deradikalisasi telah 'lulus' dan mendapat pekerjaan, kata Zakir, sembari menambahkan bahwa yang lainnya seperti pejabat desa, petani dan pengangguran lulusan SMA terus mendaftarkan diri dalam program pelatihan tersebut.

Beberapa mantan tahanan mengatakan kepada AP, mereka dipaksa menandatangani kontrak kerja dan dilarang meninggalkan pabrik selama hari kerja, jam kerja yang panjang tapi upah rendah. (mdk/pan)

Baca juga:
China Diduga Kumpulkan DNA untuk Memetakan Wajah Muslim Uighur
Problematika TikTok Diamkan Kritik Soal Uighur
Bikin Video Make-Up Sambil Kecam China Soal Uighur, Gadis AS Diblokir TikTok
Bungkamnya Negara-negara Islam atas Penindasan Muslim Uighur di China
Bocoran Dokumen Ungkap Peran Partai Komunis China dalam Kamp Penahanan Muslim
Aneka Penyiksaan Ini Jadi Bukti Kekejaman China Kepada Muslim Uighur

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.