China Lockdown 1,7 Juta Penduduk Anhui Setelah Kasus Baru Covid Naik

China Lockdown 1,7 Juta Penduduk Anhui Setelah Kasus Baru Covid Naik
Lockdown di Shanghai. ©Hector Retamal/AFP
DUNIA | 6 Juli 2022 15:27 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - China lockdown 1,7 juta penduduk di Provinsi Anhui, setelah dilaporkan hampir 300 kasus baru Covid-19 pada Senin. China memberlakukan kebijakan cukup ketat terkait penanganan wabah, salah satunya dengan lockdown dan tes massal.

Wabah di Anhui ini muncul ketika perekonomian China mulai melambung kembali setelah lockdown berbulan-bulan yang diberlakukan di Shanghai dan pembatasan ketat Covid di Beijing.

Dikutip dari Al Arabiya, Rabu (6/7), dua daerah di Provinsi Anhui; Sixian dan Lingbi mengumumkan lockdown pekan lalu. Lebih dari 1,7 juta penduduk hanya diizinkan meninggalkan rumah untuk melakukan tes Covid.

Tayangan televisi pemerintah CCTV menunjukkan jalan-jalan di Sixian kosong saat akhir pekan dan orang-orang mengantre untuk tes massal tahap keenam dalam beberapa hari terakhir.

Komisi Kesehatan Nasional China mengatakan, provinsi Anhui melaporkan 287 kasus baru pada Senin, termasuk 258 orang tanpa gejala, sehingga total kasus yang ditemukan lebih dari 1.000.

Gubernur Anhui, Wang Qingxian mendesak pemerintah daerah segera melakukan pemeriksaan termasuk karantina dan melaporkan kasus.

Provinsi tetangga, Jiangsu juga melaporkan 56 kasus baru di empat kota pada Senin. (mdk/pan)

Baca juga:
Lelah dengan Lockdown, Miliarder Video Game China Ingin Pindah ke Negara Lain
Lockdown di China Bikin Pabrik Baru Tesla Kehilangan Miliaran Dolar AS
Covid-19 Melandai, Pagar Pembatas Lockdown di Shanghai Mulai Dibongkar
Pemerintah Terus Waspadai Dampak Lockdown di China
Penampakan Pyongyang Bak Kota Mati Akibat Covid-19
Memantau Korea Utara yang Lockdown Usai Temukan Kasus Pertama Covid-19
Kekayaan Bos Baterai Kendaraan Listrik Asal China Anjlok Akibat Lockdown

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini