China Minta AS Tidak Ikut Campur Masalah Hong Kong

DUNIA | 14 Agustus 2019 20:12 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim pada Selasa lalu bahwa dia memiliki informasi mengenai China yang sedang mengerahkan pasukan ke perbatasan Hong Kong. China kemudian meminta AS berhenti mencampuri urusan Hong Kong sehari setelah Trump berkomentar soal unjuk rasa besar-besaran di kota yang menjadi pusat keuangan Asia itu.

Beijing juga sempat meminta dan menyarankan negara asing lainnya untuk tidak ikut campur dalam urusan internal negaranya.

Kementerian Luar Negeri China dalam sebuah pernyataan mengatakan Hong Kong adalah sebuah daerah semi-otonom di China Selatan yang secara langsung berada dalam wilayah urusan dalam negerinya.

Permintaan untuk AS berhenti ikut campur terhadap urusan Hong Kong muncul sebagai tanggapan terhadap cuitan Trump pada Selasa(13/8).

"Intelejen kami telah memberi tahu bahwa pemerintah China mengerahkan pasukan ke perbatasan Hong Kong. Setiap orang harus tenang dan aman!" kata Trump dalam cuitannya di Twitter kemarin.

Beberapa pekan lalu, China juga meminta Inggris untuk berhenti "ikut campur" setelah Menteri Luar Negeri Dominic Raab memanggil Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam untuk menyuarakan keprihatinan tentang protes massa yang sedang terjadi di sana selama dua bulan terakhir.

Ketegangan di Hong Kong sangat tinggi terkait rancangan undang-undang yang memungkinkan ekstradisi ke daratan China.

Meskipun Pemimpin Eksekutif Hong Kong Carrie Lam memutuskan untuk menunda RUU tersebut, massa menuntut agar RUU itu ditarik sepenuhnya. Protes juga menyebar luas menjadi gerakan yang menuntut reformasi demokrasi.

Reporter Magang: Ellen RiVeren

(mdk/pan)

BERI KOMENTAR
Join Merdeka.com