China Sebut Protes Anarkis Hong Kong Sebagai Terorisme

DUNIA | 12 Agustus 2019 22:45 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - China mengecam peserta aksi unjuk rasa Hong Kong yang melempar bom ke pihak kepolisian, Senin (12/8). China bahkan mengaitkan tindakan tersebut sebagai bentuk aksi terorisme.

"Demonstran radikal Hong Kong telah berulang kali menggunakan atribut berbahaya untuk menyerang petugas kepolisian. Aksi itu sudah merupakan kejahatan kekerasan serius, dan juga menunjukkan peringatan pertama dari terorisme," ujar Juru Bicara Dewan Negara Urusan Hong Kong dan Makau, Yang Guang, seperti yang dikutip oleh Channel News Asia, Senin (12/8).

Lebih lanjut Yang menjelaskan, pihaknya saat ini hanya berfokus pada sebagian oknum yang menjadi ancaman serius bagi stabilitas keamanan Hong Kong.

Dalam aksi unjuk rasa kemarin demonstran memperlihatkan aksi perlawanan kepada petugas. Guna menghalau massa, polisi Hong Kong menembakkan gas air mata ke arah demonstran setelah menolak permintaan mereka untuk melakukan pawai.

Demonstran Hong Kong telah turun ke jalan selama 10 minggu berturut-turut. Krisis politik tersebut dipicu oleh protes terhadap rancangan undang-undang (RUU) ekstradisi yang memungkinkan warga Hong Kong untuk diadili di daratan China. Tetapi menyusul upaya petugas menghalau massa dan melakukan penangkapan demonstran, tuntutan protes kemudian meluas, ke arah reformasi demokratis dan pengikisan kebebasan warga Hong Kong.

Aksi demonstrasi Hong Kong ini dipandang sebagai ancaman terbesar terhadap pemerintah Beijing, sejak pembebasan wilayah China Selatan oleh Inggris 22 tahun yang lalu. Namun hingga saat ini Beijing (pemerintah pusat China) belum juga mengambil tindakan tegas.

Reporter Magang: Anindya Wahyu Paramita

(mdk/pan)

TOPIK TERKAIT