China Sebut Surat dari Kanada Mengandung Omicron, Ini Jawaban Ahli

China Sebut Surat dari Kanada Mengandung Omicron, Ini Jawaban Ahli
Covid-19 varian Omicron. ©AFP
DUNIA | 19 Januari 2022 13:38 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Otoritas kesehatan di Beijing menyampaikan mereka belum bisa menelusuri sunber infeksi Omicorn pertama di ibu kota China itu tapi mengindikasikan virus itu menyebar melalui korespondensi internasional.

Beijing mengumumkan kasus pertama Omicron pada Sabtu setelah seorang pasien mengalami demam ringan pada Jumat dan melakukan tes Covid sukarela yang hasilnya positif. Pihak berwenang lalu menyegel lingkungan tempat tinggal dan gedung perkantoran pasien tersebut, dan melakukan upaya penelusuran kontak.

Tes terhadap lebih dari 16.500 orang yang berpotensi tertular pasien tersebut hasilnya negatif, menurut wakil direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) Beijing, Pang Xinghuo dalam konferensi pers pada Senin.

Data lokasi menunjukkan pasien tersebut, yang tidak memiliki riwayat perjalanan terbaru, tidak pernah melakukan kontak atau berbagi ruangan dengan pasien Omicron yang diketahui lainnya, atau siapapun yang baru pulang dari luar negeri.

Namun, varian Omicron ditemukan dalam sampel yang dikumpulkan dari selembar surat yang dikirim dari Kanada yang telah disentuh pasien tersebut, kata Pang.

Dikutip dari The Wall Street Journal, Rabu (19/1), Pang mengatakan surat itu tidak bisa dikesampingkan sebagai sumber penularan.

China sebelumnya menyoroti surat itu sebagai kemungkinan sumber infeksi Covid-19. Pada November, Biro Pos Negara mendesak pegawainya untuk waspada dalam menangani surat-surat baik dari luar negeri maupun dari wilayah berisiko tinggi di dalam negeri. Disebutkan saat itu bahwa Covid-19 baru-baru ini terdeteksi dari material yang dikirim ke China dari luar negeri, tapi tidak memberikan penjelasan rinci.

Covid-19 utamanya menyebar melalui udara, menumpang pada tetesan air kecil yang dikeluarkan ketika orang berbicara atau batuk. WHO mengatakan orang juga mungkin bisa terinfeksi setelah menyentuh permukaan atau benda yang terkontaminasi, tapi para peneliti umumnya percaya risiko itu sangat kecil.

Kepala profesor epidemiologi Universitas Hong Kong, Ben Cowling mengatakan tidak akan mengesampingkan kemungkinan itu tapi menurutnya kecil kemungkinannya kasus baru Omicron di Beijing itu datang dari pos.

“Virus dapat tetap hidup di permukaan untuk sementara waktu pada suhu dingin, tetapi penularan melalui permukaan yang terkontaminasi bukanlah rute penularan yang umum,” jelasnya.

Profesor kemunculan penyakit menular London School of Hygiene and Tropical Medicine, Martin Hibberd mengatakan, walaupun penularan virus melalui permukaan bisa terjadi dalam periode waktu yang sangat singkat - seperti menyentuh gagang pintu dalam beberapa menit setelah orang yang terinfeksi - bukti penularan jangka panjangnya sangat lemah.

"Bukti (penularan melalui permukaan) sangat kecil dan fakta bahwa itu bukan dalam waktu 10 menit, itu berjam-jam dan mungkin berhari-hari, tampaknya sangat tidak mungkin,” jelasnya.

2 dari 2 halaman

Penularan varian Omicron lokal di China pertama kali dilaporkan kurang dari sepekan lalu di kota pelabuhan Tianjin, yang bertetangga dengan Beijing, dan sejak saat itu menyebar ke kota-kota lainnya.

Pang mengatakan, varian Omicron terdeteksi dalam 10 sampel yang dikumpulkan selembar surat yang dipegang pasien tersebut pada 11 Januari, empat hari setelah dikirim dari Kanada, melalui AS dan Hong Kong. Sampel itu diambil dari bagian luar surat dan juga kertas di dalamnya.

Tenaga kesehatan juga menelusuri lembar surat lainnya yang dikirim ke lokasi berbeda oleh pengirim yang sama, dan menemukan virus Covid-19 di dalam surat dan sampulnya, menurut Pang.

Pang mengatakan, pengurutan genom menunjukkan virus yang menyebabkan infeksi Omicron di Beijing itu lebih mirip varian yang ditemukan di Amerika Utara dan Singapura daripada Omicron yang ditemukan di wilayah lain di China atau infeksi Covid sebelumnya di Beijing.

Otoritas kesehatan tidak menyampaikan apakah sampel Omicron dari surat itu memiliki kecocokan genetik dengan virus yang menginfeksi pasien di Beijing itu. (mdk/pan)

Baca juga:
China Janji Jadikan Indonesia Pusat Produksi Vaksin Covid-19
Australia Catat Rekor Kematian Tertinggi Covid-19
Penelitian: Pakai Masker Bikin Anda Makin Seksi
Dosis Keempat Vaksin Pfizer Kurang Efektif Lawan Omicron
Perayaan Imlek di China Dibayangi Omicron

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami