China Tangkap Aktivis Karena Tuding Presiden Xi Jinping Tutupi Wabah Virus Corona

China Tangkap Aktivis Karena Tuding Presiden Xi Jinping Tutupi Wabah Virus Corona
DUNIA | 18 Februari 2020 16:35 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Pihak berwajib China menangkap seorang aktivis, Xu Zhiyong karena menuding Presiden Xi Jinping menutup-nutupi wabah virus corona (Covid-19). Zhiyong juga menggambarkan Xi sebagai sosok yang haus kekuasaan. Dalam sebuah tulisannya, dia mendesak Xi mundur.

"Anda tidak cukup cerdas," tulisnya, seperti dikutip dari The New York Times, Selasa (18/2).

Dia kemudian ditangkap pihak berwenang di selatan kota Guangzhou pada Sabtu, menurut teman Xu, setelah dua bulan bersembunyi. Pacarnya, Li Qiaochu, aktivis sosial, menghilang pada Minggu.

Xu, 46 tahun adalah mantan dosen sebuah universitas, telah lama melakukan perlawanan terhadap korupsi pemerintah dan ketidakadilan sosial di China. Dia bersembunyi pada Desember saat polisi mulai mengumpulkan aktivis hak asasi manusia yang bertemu dengannya di kota timur Xiamen.

Saat dalam persembunyian, Xu terus menerus menerbitkan tulisan kritik di media sosial, menudingnya pemimpin diktator.

Dia juga mengkritik penanganan Presiden Xi terhadap wabah Covid-19 di pusat wabah di Provinsi Hubei yang telah menewaskan 1.800 lebih orang dan 70.000 lebih terinfeksi. Dalam salah satu tulisan terakhirnya sebelum dia ditahan, Xu berduka atas kematian seorang dokter di Wuhan yang dibungkam polisi setelah dia memperingatkan tentang virus tersebut.

"Dalam hati mereka, tak ada yang salah dan benar, tidak ada hati nurani, tak ada kemanusiaan."

Xu yang bertahun-tahun menyerukan reformasi politik telah lama berselisih dengan pemerintah China.

1 dari 1 halaman

Xu Zhiyong dijatuhi hukuman empat tahun penjara pada 2014 karena "mengumpulkan orang untuk mengganggu ketertiban umum," sebuah tuduhan karena perannya mengorganisir Gerakan Warga Baru, upaya akar rumput melawan korupsi dan ketidakadilan sosial dalam masyarakat China.

Tidak jelas tuduhan apa yang mungkin diajukan pihak berwenang terhadap Xu. Hilangnya pacarnya, Li, juga ambigu. Polisi di Guangzhou tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Teman-teman Xu membela tindakannya.

"Itu berada dalam ruang lingkup kebebasan berbicara di bawah Konstitusi China," kata Hua Ze, seorang aktivis yang berbasis di New Jersey dan seorang teman dari Xu yang mengkonfirmasi penahanannya.

Peneliti dari Pemantau HAM (Human Rights Watch), mengatakan penangkapan Xu menunjukkan pihak berwenang tidak berniat melonggarkan larangan berbicara.

"Pemerintah China bertahan dengan cara lama: membungkam kritiknya daripada mendengarkan orang-orang yang mempromosikan kebijakan penghormatan hak yang benar-benar menyelesaikan masalah," katanya. (mdk/pan)

Baca juga:
Direktur Rumah Sakit di Wuhan Meninggal karena Corona
Cerita WNI dari Wuhan Sempat Ditolak di Kampung Halaman karena Corona
Tiga WNI Penumpang Kapal Pesiar yang Dikarantina di Jepang Positif Terinfeksi Corona
Atasi Dampak Virus Corona, Jokowi Mau Tarif Pesawat Sampai Hotel Didiskon 30 Persen
Bank Sentral China Cuci Uang yang Berpotensi Tertular Virus Corona
Pasien Virus Corona Meninggal Dunia di China 1.868 Orang

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami