China Tawarkan Uji Coba Suntik Vaksin Virus Corona Pada Pegawai BUMN

China Tawarkan Uji Coba Suntik Vaksin Virus Corona Pada Pegawai BUMN
DUNIA | 12 Juni 2020 10:22 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - China menawarkan kepada pegawai beberapa perusahaan besar milik pemerintah atau BUMN pilihan untuk diinokulasi atau disuntik dengan dua vaksin virus corona yang saat ini sedang dikembangkan. Hal ini menunjukkan seberapa cepat China bergerak untuk menguji kelayakan suntikan vaksin buatan sendiri.

Pegawai BUMN yang berniat bepergian ke luar negeri dapat secara sukarela diberikan vaksinasi yang dikembangkan oleh China National Biotec Group Co atau CNBG, anak perusahaan dari Sinopharm Group Co yang berbasis di Beijing, menurut salah seorang sumber terdekat yang mengetahui informasi ini namun tak ingin namanya dipublikasikan.

Tawaran itu disampaikan ke perusahaan milik negara oleh badan pemerintah yang mengawasi mereka. Demikian dikutip dari Fortune, Jumat (12/6).

CNBG adalah salah satu perusahaan China yang mengembangkan vaksin untuk melawan virus corona baru. Saat ini ada lima kandidat vaksin China dalam tahap uji coba manusia, bersaing dengan produk yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi global seperti AstraZeneca Plc dan Moderna Inc.

Beijing telah mengerahkan otoritas kesehatannya, regulator obat-obatan dan lembaga penelitian untuk bekerja sepanjang waktu dengan perusahaan-perusahaan lokal untuk menghasilkan vaksin efektif pertama di dunia untuk Covid-19. Jika China berhasil, hal itu akan memiliki pengaruh geopolitik yang sangat besar. Presiden Xi Jinping berjanji untuk membagikan vaksin secara global.

Suntikan percobaan CNBG telah diuji pada 2.000 orang tanpa laporan adanya efek buruk, kata Kepala Sinopharm, Liu Jingzhen kepada media lokal bulan lalu. Seorang juru bicara CNBG mengatakan tidak mengetahui perihal penawaran penyuntikan vaksin kepada pegawai BUMN itu dan menolak berkomentar lebih lanjut.

Jika pegawai BUMN memanfaatkan vaksinasi, mereka tidak hanya akan berpotensi terlindungi dari virus tetapi pengalaman mereka dapat membantu menghasilkan data tentang keampuhan suntikan vaksin dalam melawan virus corona.

Belum diketahui apakah vaksin CNBG, yang menggunakan virus corona yang mati untuk mendapatkan respon imun dari tubuh, dapat mencegah infeksi.

1 dari 1 halaman

Pabrik untuk 200 Juta Dosis Vaksin

Vaksin eksperimental saat ini dalam uji coba Tahap II dan sedang dievaluasi terkait keamanannya pada manusia. Kemampuan mereka untuk mencegah infeksi virus hanya akan menjadi jelas dalam uji coba Tahap III.

Tidak pasti berapa jumlah pegawai BUMN telah menerima tawaran tersebut dan apakah mereka akan dilacak terkait reaksi buruk dan respons kekebalan mereka. Namun, paparan mereka di luar negeri dapat memberikan pandangan awal tentang potensi vaksin di tempat-tempat di mana virus belum terkendali.

Selain uji klinis yang sedang berlangsung, Liu dan ratusan manajer senior dan karyawan perusahaan telah secara sukarela mengambil gambar, menurut laporan berita China. Liu mengatakan, CNBG sedang membangun pabrik yang akan memungkinkan pembuat vaksin menghasilkan lebih dari 200 juta dosis setiap tahun. (mdk/bal)

Baca juga:
Menlu: Vaksin Covid-19 akan Jadi 'Game Changer'
Perusahaan Farmasi Moderna Segera Mulai Uji Klinis Tahap Akhir Vaksin Covid-19
Kembangkan Vaksin Covid-19, Pemerintah Minta Bantuan China
Indonesia Gandeng China Temukan Vaksin Virus Corona
Bill Gates Jawab Teori Konspirasi Mikrocip di Vaksin Corona: Bodoh dan Aneh

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami