CIA Peringatkan Aktivis Arab Soal Ancaman dari Pemerintah Saudi

DUNIA | 7 Mei 2019 21:38 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Badan Intelijen Amerika Serikat, CIA, memperingatkan Norwegia tentang adanya ancaman pemerintah Arab Saudi terhadap aktivis Arab yang tinggal di Norwegia.

Laman the Guardian melaporkan, Selasa (7/5), aktivis pro-demokrasi Iyad al-Baghdadi dikenal sosok yang cukup vokal mengkritik Putra Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman (MBS).

Pada 25 April lalu Baghdadi sadar akan ancaman itu ketika pihak berwenang Norwegia mendatangi rumahnya dan membawa dia ke lokasi aman serta diberitahu ada ancaman bahaya dari kerajaan Saudi.

Baghdadi diberitahu, ancaman itu disampaikan oleh CIA kepada pemerintah Norwegia. Hal ini sudah dikonfirmasi oleh the Guardian kepada CIA.

"Yang saya pahami, pihak Saudi sudah hampir mendapatkan saya, tapi saya tidak tahu apa yang mereka ingin lakukan," kata Baghdadi dalam sambungan telepon kepada the Guardian.

"Mereka (pemerintah Norwegia) meyakinkan saya bahwa ini ancaman serius. Mereka sudah bersiap," kata Baghdadi. Menurut dia, pihak berwenang mendatangi rumahnya dengan dua pasukan: yang pertama membawa dia pergi, dan satu lagi memastikan tidak ada yang mengikuti mereka.

The Guardian kemarin menghubungi Kedutaan Saudi di Washington untuk memintaketerangan namun belum mendapat balasan sampai berita ini diturunkan.

Baghdadi adalah penulis kelahiran Palestina yang cukup aktif di media sosial Twitter di masa Musim Semi Arab. Dia kala itu mulai berkicau tentang demonstrasi di Mesir.

Terjemahan bahasa Inggris dari kicauannya yang berbahasa Arab tentang pemimpin Arab yang otoriter membuat dia meraih banyak pengikut hingga mencapai puluhan ribu. Dia kemudian mendapat suaka politik di Norwegia pada 2015 setelah dia sempat ditangkap dan diusir dari Uni Emirat Arab tanpa dakwaan pengadilan.

Sejak saat itu Baghdadi kerap mengkritik MBS dalam setiap tulisannya.

Tahun lalu ketika jurnalis harian the Washington Post Jamal Khashoggi dibunuh di Konsulat Saudi di Istanbul, Turki, Baghdadi memperingatkan di Twitternya, Pangeran MBS akan menjadi lebih berbahaya jika dia tidak dimintai pertanggungjawaban oleh negara Barat.

"Kalau mereka bisa seenaknya menculik orang tanpa diganjar hukuman maka akan ada pembunuhan di ibu kota kalian, dan saya tidak bercanda sedikit pun soal ini," tulis dia.

Menurut Baghdadi ancaman yang dia dapat belakangan ini menunjukkan apa yang dia lakukan itu efektif.

"Kalau mereka tidak mau membunuh saya maka itu artinya saya tidak mengerjakan tugas saya."

Di Amerika Serikat ada kebijakan yang disebut 'petunjuk langsung komunitas intelijen 191', yang mewajibkan CIA memberikan peringatan kepada seseorang atau sekelompok orang jika ada informasi spesifik yang menyebut ada ancaman pembunuhan atau penculikan terhadap individu atau sekelompok orang itu.

Baca juga:
Saudi Bungkam Anak-Anak Khashoggi Dengan Rumah Mewah Rp 57 miliar
Pangeran MBS Diduga Bentuk Tim Khusus untuk Bungkam Pengkritik Kerajaan
Benarkah Hubungan Raja Salman dengan Pangeran Muhammad Renggang?
Silang Pendapat Raja Salman dan Pangeran MBS Dikabarkan Kian Meruncing
Jokowi Dijamu Makan Malam oleh Muhammad bin Salman
Pangeran Mohammed bin Salman Wisata ke Tembok China

(mdk/pan)