'Damai' dengan pemberontak, Suriah bebaskan 672 tahanan

DUNIA | 25 Juni 2017 11:00 Reporter : Marcheilla Ariesta Putri Hanggoro

Merdeka.com - Pemerintah Suriah membebaskan sebanyak 672 tahanan yang telah sepakat menerima otoritas negara. Hal ini diambil sebagai langkah 'damai' dengan pemberontak.

Selain membebaskan tahanan, pemerintah juga memberikan dua opsi pada pemberontak. Opsi pertama melucuti senjata dan ikut aturan pemerintah, yang kedua pergi dengan membawa senjata ke area non-pemerintah.

"Mereka dibebaskan usai berjanji tidak akan mengganggu keamanan dan stabilitas negara," tutur Menteri Hukum Hisham al-Shaar, dikutip dari kantor berita SANA, Sabtu (24/6).

Narapidana kebanyakan berasal dari Damaskus, meski ada juga yang dari daerah lain di Suriah. Hal tersebut, menurut Hisham, mengindikasikan pembebasan tahanan tidak terkait perjanjian tertentu saja.

Sementara itu, oposisi Suriah menyebutkan perjanjian rekonsiliasi kerap dipaksakan di beberapa daerah usai bentrokan intens. Perserikatan Bangsa-Bangsa mengingatkan rekonsiliasi bisa menggunakan rezim Presiden Bashar al-Assad memaksakan orang-orang keluar rumah mereka.

Assad menyebutkan rekonsiliasi merupakan salah satu metode untuk mengurangi baku tembak. Pasalnya, konflik senjata di Suriah sudah berlangsung hingga enam tahun. (mdk/che)

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.