Dari Pasar Hewan Hingga Kepanikan Global, Kronologi Penyebaran Virus Corona China

DUNIA | 27 Januari 2020 07:16 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Para ahli mengungkapkan sumber virus yang menyebabkan wabah SARS, MERS dan corona saat ini adalah berasal dari kelelawar, musang, dan unta. Hewan-hewan itu menjadi tempat inang virus sementara dari kelelawar ke manusia.

Pada kasus wabah virus corona 2019, laporan menyatakan sejumlah pasien yang terjangkit adalah para pekerja atau konsumen pasar hewan lokal yang menjual selain daging olahan juga hewan hidup seperti unggas, keledai, domba, babi, unta, rubah, musang, tikus bambu, landak, dan reptil.

Karena tidak pernah ada laporan yang menyebut virus corona menjangkiti hewan air, maka kemungkinan besar virus corona berasal dari hewan-hewan darat yang dijual di pasar hewan.

Peneliti kemudian menganalisis kode protein dari virus baru ini dan membandingkannya dengan kode protein dari virus corona yang ditemukan di berbagai inang hewan seperti burung, ular, marmut, landak, kelelawar, dan manusia.

Ternyata mereka menemukan kode protein di 2019-nCoV (kode genetik virus corona) yang paling menyerupai kode genetik virus yang ada di ular.

Ular kerap memangsa kelelawar di alam liar.

1 dari 3 halaman

Laporan juga menyatakan ular dijual di pasar makanan laut di Wuhan dan itu semakin menguatkan kemungkinan 2019-nCoV boleh jadi berpindah dari inangnya, yaitu kelelawar ke ular dan kemudian ke manusia ketika awal mulai virus ini merebak hingga menimbulkan kepanikan global karena mulai menyebar ke sejumlah negara, dari Prancis, Rusia hingga Amerika Serikat.

Dikutip dari laman the Telegraph, Minggu (26/1), berikut kronologi penyebaran virus Corona yang mulanya berasal dari Wuhan:

31 Desember 2019: Komisi Kesehatan Publik Wuhan melaporkan sebuah wabah penyakit mirip pneumonia merebak dengan 27 kasus dipastikan positif. Pemerintah kemudian mengungkap gejala awal virus ini sudah muncul sejak awal Desember, terutama di sekitar Pasar Makanan Laut Huanan, Wuhan.

2 dari 3 halaman

9 Januari 2020: Ilmuwan mengidentifikasi sebuah virus baru sebagai penyebab wabah penyakit ini. Penularannya disebabkan virus corona jenis baru, mengingatkan orang akan wabah SARS yang menyebar dari China pada 2002. Virus corona bisa menulari baik hewan dan manusia, tapi jenis baru ini belum diidentifikasi menulari antar-manusia.

12 Januari 2020: Pemerintah mengumumkan kematian pria 61 tahun dari Wuhan yang terjangkit virus corona tiga hari sebelumnya.

13 Januari 2020: Kasus pertama di luar negeri tercatat di Thailand.

16 Januari 2020: Kasus serupa terjadi di Jepang, yang pertama di negara itu.

20 Januari 2020: Virus corona menyebar. Dua pasien lagi terbukti positif di luar China, Korea Selatan dan Taiwan.

3 dari 3 halaman

Sepekan setelah Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan ada kemungkinan penularan bisa terjadi antar-manusia, ahli kesehatan di China membenarkan virus itu menyebar dari manusia ke manusia.

21 Januari 2020: Amerika Serikat mengumumkan kasus pertama, seorang pria berusia 30-an tahun dari Negara Bagian Washington, yang baru pulang dari Wuhan.

22 Januari 2020: China mengatakan virus ini mampu beradaptasi dan bermutasi. Orang asing kedua terinfeksi di China--seorang warga Thailand. Kini ada empat kasus di Thailand.

23 Januari 2020: China mengumumkan tiga kota dikarantina, sekitar 20 juta warga dilarang keluar.

25 Januari: Dokter Liang Wudong (62) yang bertugas di Rumah Sakit Hubei Xinhua Wuhan, juga dikabarkan meninggal dunia karena vrus corona. Informasi itu disampaikan lewat pemberitaan stasiun televisi China Global Television Network.

Pemerintah Malaysia mengumumkan empat orang dipastikan terinfeksi virus corona.

26 Januari: 56 orang meninggal di China karena virus corona. Lebih dari 2000 lainnya terinfeksi (mdk/pan)

Baca juga:
WN China dan Penerjemahnya Suspect Corona Dirawat di RSHS
Imbauan Larangan Terbang ke Wuhan Diperkirakan Berlaku Hingga Sebulan
IDI Kutip Laporan WHO: Virus Corona Bukan Penyebab Tunggal Kematian
Kesaksian WNI di China Saat Wabah Virus Corona: Wuhan Sepi Seperti Kota Mati
Dikabarkan Baru Pulang dari Wuhan, Warga Jambi Dirawat Intensif

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.