Dari Paus sampai Rusa, Hewan-Hewan Ini Mati karena Telan Sampah Plastik Manusia

Dari Paus sampai Rusa, Hewan-Hewan Ini Mati karena Telan Sampah Plastik Manusia
DUNIA | 28 November 2019 15:19 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Sampah plastik baik di daratan maupun lautan kini semakin menjadi sorotan dunia internasional karena dampak negatifnya bagi lingkungan.

World Economic Forum (WEF) memprediksi pada 2050 mendatang, jumlah plastik di lautan akan lebih banyak dibanding ikan. Hampir semua orang di dunia menggunakan plastik tiap harinya, dan lebih dari sepereempatnya digunakan untuk kemasan.

Saat ini diperkirakan terdapat 150 juta ton plastik di seluruh lautan. Bila ini dibiarkan diperkirakan akan ada satu ton plastik setiap tiga ton ikan pada 2025, dan akan lebih banyak sampah dibandingkan ikan pada 2050.

Sejumlah fauna juga ditemukan mati akibat menelan sampah plastik. Berikut deretan fakta miris tentang hewan-hewan yang mati karena sampah plastik manusia:

1 dari 4 halaman

Tiga Penyu di Kepulauan Seribu mati Akibat Sampah Plastik

di kepulauan seribu mati akibat sampah plastik rev1

Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DKI Jakarta, Ida Harwati membenarkan tiga penyu mati di Pulau Pari, Kabupaten Kepulauan Seribu. Penyu tersebut mati akibat sampah plastik dan minyak mentah.

"Memang benar pada tanggal 27 November 2018 ditemukan tiga ekor penyu yang mati. Tapi kondisinya sudah membusuk, jadi tidak dievakuasi ke darat. Sudah tertutup lendir, di mulutnya sudah ada plastik begitu juga dengan sela-sela kaki depannya," katanya seperti dilansir dari Antara, Rabu (28/11).

Dia menjelaskan, kematian penyu jenis sisik itu belum bisa dipastikan karena tidak dilakukan pembedahan. Namun pihaknya yakin penyu mati akibat sampah plastik dan tumpahan minyak yang berada di sekelilingnya.

BKSDA DKI sebelumnya tidak pernah menerima laporan penyu mati dari bulan Januari hingga November 2018. "Kami baru dapat infonya baru hari Selasa ini, mungkin matinya dari kemarin karena saat ditemukan kondisinya sudah membusuk, dua hari mungkin," tambah Ida.

Lokasi penemuan penyu mati berada tak jauh dari Pulau Pari, sekitar 150 meter. Kini, BKSDA DKI dan Masyarakat Mitra Polisi Kehutanan (MMP) Pulau Pari membiarkan penyu-penyu mati itu mengambang di laut berhubung kondisinya yang membusuk.

Sebelumnya, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu Yusen Hardiman menyebut kabar tercemarnya Pulau Pari, Kepulauan Seribu oleh minyak atau pek dan sampah yang sempat meluas di media sosial dipastikan berasal dari sampah kiriman.

Yusen menegaskan jajarannya telah membersihkan sampah yang jumlahnya mencapai 40 ton itu.

2 dari 4 halaman

Ikan Paus Sperma Mati, di Perutnya Ada 5,9 kilogram Sampah Plastik

sperma mati di perutnya ada 59 kilogram sampah plastik rev1

Ikan Paus jenis Sperma (Physeter macrocephalus) terdampar di Perairan Pulau Kapota Resort Wangi-wangi, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Kondisinya sangat menyedihkan, karena isi perutnya dipenuhi sampah dengan total mencapai 5,9 kilogram.

Kasubag TU Balai Taman Nasional Wakatobi, Laode Ahyar, mengatakan ikan paus itu ditemukan oleh nelayan sedikit dalam kondisi sudah mati dan mulai membusuk pada Senin (19/11) sekitar pukul 08.00 WITA.

Paus itu memiliki panjang 9,5 meter dan lebar 437 sentimeter. Rencananya, bangkai paus akan segera dikuburkan.

"Hanya saja jam berapa bangkai ikan paus itu akan dikuburkan belum diketahui secara pasti karena masih menunggangi kesiapan tim," katanya. Demikian dikutip dari Antara, Selasa (20/11).

Ditambahkan Kepala Seksi Konservasi BKSDA Provinsi Sulawesi Tenggara, Darman, yang dihubungi secara terpisah membenarkan ikan paus yang terdampar di perairan Pulau Kapota Wakatobi.

"Begitu mendapat laporan tersebut, tim dari BKSDA dan Dinas Kelautan dan Perikanan langsung ke lokasi lapangan untuk memastikan penyebab kematiannya," katanya.

Sampah yang ada di dalam perut ikan paus tersebut, terdiri dari sampah gelas plastik 750 gram (115 buah), plastik keras 140 gram (19 buah), botol plastik 150 gram (4 buah), kantong plastik 260 gram (25 buah), serpihan kayu 740 gram (6 potong), sandal jepit 270 gram (2 buah), karung nilon 200 gram (1 potong), tali rafia 3.260 gram (lebih dari 1000 potong).

"Kalau ditotal sampah yang ada dalam perut ikan paus sperma tersebut 5,9 kilogram," katanya.

3 dari 4 halaman

Ikan Duyung di Thailand Mati karena Perutnya Infeksi dan Bernanah Akibat Telan Sampah Plastik

di thailand mati karena perutnya infeksi dan bernanah akibat telan sampah plastik rev1

Mariam, ikan duyung yatim piatu yang terkenal setelah diselamatkan awal tahun ini di Thailand, dikabarkan mati pada Sabtu 17 Agustus.

Hewan dengan nama lain dugong itu mati karena infeksi yang diperburukan oleh temuan banyak potongan plastik di dalam perutnya, kata pejabat terkait, sebagaimana dikutip dari BBC pada Minggu (18/8).

Mariam menjadi bintang internet karena viralnya foto-foto yang menunjukkan dia mendekap erat pelukan penyelamat, setelah ditemukan terdampar di pesisir Thailand pada April lalu.

Mariam adalah satu dari beberapa ratus ekor ikan duyung yang tersisa di Thailand, di mana kini statusnya adalah sebagai hewan berisiko punah.

Sekitar sepekan lalu, saat Mariam memasuki usia delapan bulan, dia terpaksa dirawat di penangkaran khusus karena menolak makan.

Kondisinya terus memburuk dari hari ke hari, dan ikan duyung tersebut dinyatakan mati pada Sabtu tengah malam, setelah sempat mengalami kejang-kejang.

Upaya untuk menyelamatkannya gagal dilakukan.

Chaiyapruk Werawong, kepala taman laut provinsi Trang, mengatakan kepada kantor berita AFP: "Mariam mati karena infeksi darah dan nanah di perutnya."

Selama otopsi, beberapa potong plastik --termasuk yang berukuran 20 sentimeter-- ditemukan di dalam perutnya, tambah Werawong.

Nantarika Chansue, salah satu dokter hewan yang mengurus Mariam, mengatakan: "Semua orang sedih dengan kehilangannya, tetapi itu menegaskan bahwa kita perlu menyelamatkan lingkungan untuk menyelamatkan populasi hewan langka ini."

Mariam semakin dikenal luas setelah rutin tampil dalam siaran web bersama Jamil, ikan duyung lain yang diselamatkan tak lama setelahnya.

Siaran web itu menunjukkan bagaimana kedua dugong dirawat secara intensif, mulai dari penyembuhan luka hingga pemberian makan rutin setiap harinya.

Banyak orang mengungkapkan kesedihan atas kematian Mariam di media sosial.

4 dari 4 halaman

Rusa di Thailand Mati dengan Perut Berisi 7 kg Sampah Plastik

thailand mati dengan perut berisi 7 kg sampah plastik rev1

Seekor rusa liar ditemukan mati di taman nasional di Provinsi Nan, Thailand bagian utara, sekitar 630 kilometer sebelah utara Ibu Kota Bangkok. Setelah diteliti, ditemukan 7 kilogram sampah dalam perutnya.

Celana dalam pria, tas plastik, bungkus kopi instan dan bagian-bagian dari tali plastik adalah beberapa benda yang ditemukan di dalam perut rusa itu.

Seorang pejabat Taman Nasional Khun Sathan mengatakan, rusa itu telah memakan plastik sejak lama sebelum mati, demikian seperti dilansir BBC, Rabu (27/11).

Pada 25 November, seorang petugas yang sedang berpatroli menemukan bangkai rusa jantan berusia 10 tahun di Taman Nasional Khun Sathan di distrik utara Na Noi.

Di perutnya juga ditemukan sarung tangan karet, mie instan, dan handuk kecil.

"Kami percaya binatang itu telah memakan plastik itu sejak lama sebelum mati," kata Kriangsak Thanompun, Direktur Departemen Taman Nasional, Satwa Liar dan Konservasi Tumbuhan Thailand kepada BBC News Thai.

"Pejabat meyakini plastik telah menyumbat saluran pencernaannya, tetapi penyelidikan lebih lanjut akan dilakukan."

Di media sosial, banyak warganet mengecam kasus kematian rusa tersebut dengan mengkritik para pengunjung taman yang kerap membuang sampah sembarangan.

"Ketika Anda pergi ke taman nasional, ambil kembali sampah Anda. Tanggung jawab," kata satu komentar di Facebook.

Warganet Thailand lain mengatakan, akan sulit menyadarkan orang-orang untuk meninggalkan kebiasaan buruk tersebut.

"Ini adalah sesuatu yang harus diajarkan dan diimplementasikan sejak usia muda. Pada saat mereka dewasa, sulit (untuk berubah)," kata yang lain. (mdk/pan)

Baca juga:
Rusa di Thailand Mati, Perutnya Berisi 7 kg Sampah Plastik dan Celana Dalam
Tragis, Rusa di Thailand Mati dengan Perut Berisi Plastik dan Pakaian Dalam
Di Kroasia, Cak Imin Minta Eropa Setop Ekspor Sampah Plastik ke RI
Menikmati Kesejahteraan dari Sampah Plastik
Khofifah Cari Solusi Agar Pabrik Tahu Tidak Gunakan Sampah Plastik Impor
Mengunjungi Resor Terapung dari 700 Ribu Botol Plastik

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami