Dari penjaga perdamaian, Indonesia harap masuk Dewan Keamanan PBB

Dari penjaga perdamaian, Indonesia harap masuk Dewan Keamanan PBB
DUNIA | 27 Juli 2015 18:00 Reporter : Marcheilla Ariesta Putri Hanggoro

Merdeka.com - Menteri Luar Negeri Indonesia Retno L. P. Marsudi berharap besar pada pertemuan perwakilan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dilangsungkan hari ini. Dia berharap pertemuan ini adalah batu loncatan Indonesia untuk semakin mantap masuk dalam Dewan Keamanan PBB.

"Kita memang terus mengejar (Dewan Keamanan PBB), kita sudah menyampaikan ke sana kemari mengenai rencana kita untuk jadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB 2019-2020," ujar Menlu Retno, Senin (27/7).

Menlu Retno mengatakan partisipasi aktif Indonesia dalam penjagaan perdamaian merupakan contoh yang bagus untuk semakin memantapkan laju di Dewan Keamanan PBB. Dengan menjadi tuan rumah perkumpulan Dewan Keamanan PBB wilayah Asia Pasifik, Indonesia bisa berupaya untuk memperkuat posisi di PBB.

Selama ini, Dewan Keamanan PBB hanya beranggotakan 15 negara, lima anggota tetap di antaranya Amerika Serikat, inggris, Prancis, Rusia, dan China. Sementara sepuluh sisanya merupakan anggota tidak tetap dan dipilih dari beberapa negara, serta memiliki dua tahun masa keanggotaan.

Indonesia sendiri sudah tiga kali menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, yaitu pada masa Presiden Soeharto 1973-1974, dan 1995-1996, serta pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 2007-2008. Untuk jadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB juga diputuskan melalui sidang umum PBB. (mdk/rep)

Indonesia targetkan sumbang pasukan perdamaian terbesar se-Asia

Menlu siap jika PM Inggris tanya soal hukuman mati

Presiden Jokowi dan Ketua Parlemen China sempat bahas kereta cepat

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami