Demonstran Hong Kong Kembali Rencanakan Duduki Bandara Tiga Hari Berturut-turut

DUNIA | 9 Agustus 2019 17:24 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pengunjuk rasa antipemerintah di Hong Kong kembali melakukan aksi demo di areal kedatangan Bandara Internasional Chek Lap Kok, Hong Kong, Jumat (9/8) sore waktu setempat. Demonstrasi kali ini dijadwalkan akan berlangsung selama 3 hari berturut-turut.

Pengunjuk rasa, menekankan bahwa demonstrasi kali ini dimaksudkan sebagai upaya tanpa kekerasan dalam rangka mempertahankan gerakan melawan RUU Ekstradisi. Dikabarkan, karyawan maskapai penerbangan Hong Kong, Cathay Pacific Airways juga ikut dalam aksi demo di bandara hari ini.

Menanggapi aksi demo Jumat ini, melalui situs resminya pihak otoritas bandara memastikan bahwa operasional bandara akan berjalan normal. Otoritas bandara juga mengimbau penumpang untuk mengecek status penerbangannya sebelum berangkat.

Dalam pernyataan terpisah, polisi Hong Kong mengatakan bahwa pihaknya belum dapat memberikan keterangan secara rinci mengenai aksi tersebut. The New York Times mengabarkan, kepolisian akan terus memantau perkembangan terakhir untuk membuat pengaturan yang tepat.

"Bandara adalah simbol dari apa yang Hong Kong sebut sebagai 'panggung internasional' dan tempat di mana wisatawan datang ke kota kami," ujar Penulis dan Pembuat Film Dokumenter, Laurie Wen.

Laurie berpendapat, bandara penting bagi citra Hong Kong di mata internasional. Senada dengan Laurie, Editor Asia untuk Orient Aviation (majalah perdagangan yang meliput industri penerbangan), Will Horton menilai, aksi demo di bandara akan mengganggu keamanan pelayanan penerbangan di sana.

"Bukan hanya penumpang yang menjadi ragu untuk pergi ke bandara, tetapi sebagian besar karyawan lokal dan kru asing juga akan mempertanyakan keamanan mereka," ungkap Horton, seperti yang dikutip dari The New York Times.

Sementara, soal kemungkinan demonstran memasuki area vital bandara, Horton meyakini bahwa pihak otoritas akan mensterilkan lokasi-lokasi tersebut, sebagaimana yang pernah terjadi di kota-kota lain.

Aksi demo di bandara hari ini merupakan aksi lanjutan yang dilakukan warga Hong Kong sebagai bentuk penolakan terhadap RUU Ekstradisi. Melalui rangkaian aksi demo berbulan-bulan tersebut, pengunjuk rasa menuntut pembatalan RUU Ekstradisi, melakukan penyelidikan independen atas pelanggaran oleh pihak kepolisian, dan meminta Pemimpin Hong Kong, Carrie Lam untuk mundur.

Sebelumnya, Senin (5/8) demonstran anti RUU Ekstradisi memenuhi Bandara Internasional Hong Kong.

Aksi tersebut mengakibatkan setidaknya 200 jadwal penerbangan terganggu.

Perwakilan Serikat Pekerja untuk Kru Kabin Hong Kong, Carol Ng menyebut, setidaknya 4.000 karyawan terlibat dalam aksi demo. Termasuk di dalamnya, tak kurang dari 1.500 karyawan Cathay Pasific dan 30 orang dari pengendali lalu lintas.

Reporter: Anindya Wahyu Paramita (mdk/pan)

Baca juga:
Menguak Strategi China Hadapi Protes Hong Kong
Demonstran Hong Kong Lawan Penangkapan Mahasiswa dengan
Ratusan Pengacara di Hong Kong Ikut Demo Tolak RUU Ekstradisi
Dari Payung Sampai Laser, Senjata Demonstran Hong Kong Hadapi Aparat Keamanan
Para Pengacara Hong Kong Ikut Demo Dukung Massa Pro-Demokrasi
Demo Hong Kong Belum Reda, Tiga Negara Keluarkan Peringatan Perjalanan

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.