Deretan Pemimpin Perempuan Muda di Dunia, Di Bawah Usia 50 Tahun

DUNIA | 10 Desember 2019 15:38 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Dalam beberapa tahun terakhir, muncul fenomena pemimpin muda di dunia. Sebut saja Presiden Prancis Emmanuel Macron yang saat terpilih menjadi presiden pada 2017 berusia 40 tahun. Kemudian ada Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau. Trudeau mulai menjabat pada tahun 2015 saat berusia 40 tahun.

Kendati tak terpilih secara demokratis, pemimpin Korea Utara Kim Jong-un juga masuk kategori pemimpin muda karena dikabarkan usianya baru 35 tahun. Tak hanya pemimpin muda dunia dari kalangan pria, beberapa negara juga dipimpin perempuan muda yang berusia di bawah 50 tahun.

Inilah deretan pemimpin perempuan muda di sejumlah negara:

1 dari 4 halaman

Sanna Marin

Sanna Marin saat ini masih menjabat sebagai Menteri Transportasi Finlandia. Baru-baru dia terpilih sebagai Ketua Partai Sosial Demokratik, membuka jalan baginya untuk menjadi perdana menteri.

Perempuan 34 tahun itu, yang partainya memperoleh suara terbanyak dari lima partai koalisi pemerintah, akan menjadi perdana menteri termuda di dunia dalam beberapa hari ke depan. Dia juga akan menjadi PM perempuan ketiga Finlandia.

Tampil sebagai partai dengan perolehan suara terbanyak pada April lalu, Partai Sosial Demokrat bisa menunjuk salah satu anggotanya untuk mengisi kursi PM di negara Nordik yang berpopulasi 5,5 juta orang itu.

Penunjukan Marin dilakukan setelah Antti Rinne mengundurkan diri pada Selasa setelah sebuah partai dalam koalisi menyatakan hilang kepercayaan kepada Rinne menyusul keterlibatannya dalam sebuah aksi mogok.

"Kami punya banyak tugas di depan untuk membangun kembali kepercayaan," kata Marin kepada wartawan setelah memenangkan pemilihan di antara pimpinan partai.

"Saya tak pernah berpikiran tentang usia atau gender saya, saya pikirkan alasan saya terjun ke politik dan sejumlah hal yang bisa membuat kami memenangkan kepercayaan pemilih," lanjutnya, dilansir dari The Guardian, Senin (9/12).

Empat partai lainnya di koalisi pemerintahan Finlandia juga dipimpin perempuan: Koalisi Kiri dipimpin Li Anderson (32), Liga Hijau dipimpin Maria Ohisalo (34), Partai Tengah dipimpin Katri Kulmuni (32), dan Anna-Maja Henriksson (55) memimpin Partai Rakyat Swedia.

2 dari 4 halaman

Jacinda Ardern

Sosok Jacinda Ardern (39) menuai pujian dunia internasional atas simpatinya pada warga Muslim korban penembakan teroris di dua masjid di Christchurch pada 15 Maret lalu. Tampil mengenakan kerudung hitam sebagai penghormatan kepada warga Muslim, Ardern mendatangi langsung keluarga korban penembakan dan mengekspresikan duka cita serta kesedihannya.

Tak hanya itu, sejumlah kebijakan menyusul kejadian tersebut pun segera dikeluarkan. Salah satunya pembatasan kepemilikan senjata bagi warganya.

Ardern adalah salah satu pemimpin perempuan muda di dunia. Dia mulai menjabat saat berusia 37 tahun pada 2017 lalu. Dilansir dari laman Your Story, Selasa (10/12), Ardern adalah PM Selandia Baru ke-40.

Selain itu, Ardern juga menjadi pemimpin kedua di dunia yang melahirkan saat tengah menjabat, setelah Benazir Bhutto. Dia melahirkan bayi perempuan pada Juni 2018 dan diberi nama Neve Te Aroha.

3 dari 4 halaman

Ana Brnabic

Ana Brnabic (44) adalah perdana menteri perempuan pertama Serbia. Dia menjabat sejak 2017 dan saat itu usianya baru 41 tahun.

Dia adalah pejabat pertama yang secara terbuka mengaku sebagai lesbian. Pada 2018, Forbes mencatatnya sebagai salah satu perempuan terkuat di dunia. Dilansir dari laman Your Story, dia juga disebut satu dari lima kelompok LGBTQIA+ yang memimpin pemerintahan di dunia.

Ana Brnabic merupakan alumni Universitas Hull, Inggris. Dilansir dari The Guardian, dia ditunjuk menjadi PM pada pekan yang sama ketika Leo Varadkar secara resmi terpilih sebagai PM Irlandia gay pertama.

Presiden Serbia, Aleksandar Vucic, mengumumkan dia memberi mandat kepada Brnabic, seorang teknokrat non-partai, untuk membentuk pemerintahan baru, menggambarkannya sebagai "pekerja keras, (dengan) kualitas profesional dan pribadi".

4 dari 4 halaman

Zuzana Caputova

Zuzana Caputova (46) adalah Presiden Slovakia dan merupakan presiden perempuan pertama negara tersebut. Dia dilantik pada 15 Juni lalu.

Dilansir dari BBC, Selasa (10/12), Caputova mengalahkan diplomat terkemuka Maros Sefcovic, yang dinominasikan oleh partai berkuasa, dalam pemilihan putaran kedua.

Pembunuhan seorang jurnalis investigasi tahun lalu, Jan Kuciak mendorong Caputova untuk mencalonkan diri. Kuciak menulis tentang keterkaitan politikus dengan kejahatan terorganisir di negara tersebut. Dia ditembak di rumah bersama tunangannya pada Februari 2018.

Caputova memperoleh 58 persen suara, sementara lawannya, Sefcovic memperoleh 42 persen. Caputova adalah seorang janda anak dua. Dia merupakan anggota Partai Progresif Slovakia yang tak memiliki kursi di parlemen. (mdk/pan)

Baca juga:
Finlandia Bakal Punya PM Baru Termuda di Dunia Berusia 34 Tahun
Para Pemimpin yang Tewas Mengenaskan di Akhir Kekuasaannya
Melihat Serunya Kejuaraan Dunia Menggendong Istri di Finlandia
PM Selandia Baru Tak Habis Pikir Mengapa AS Tak Perketat Aturan Kepemilikan Senjata
Seruan Global Memerangi Kebencian di Dunia Maya Itu Datang dari Selandia Baru

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.