Deretan WNI Gabung ISIS yang Tewas di Irak dan Suriah

DUNIA | 1 Agustus 2019 06:32 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Beberapa hari lalu, seorang kombatan ISIS asal Indonesia ditemukan tewas di dalam kamp Al-Hol, Suriah. Diduga kombatan perempuan ini dibunuh oleh teman-temannya yang ada di dalam kamp. Kombatan tersebut diketahui bernama Sudarmini.

Dilansir dari Antara, Rabu (31/7), setelah pemeriksaan medis, dokter forensik di rumah sakit Kurdish Red Crescent melaporkan Sudarmini meninggal dalam kondisi sedang hamil enam bulan. Laporan forensik juga menyebutkan Sudarmini dipukuli dan disiksa yang ditandai dengan memar di tubuhnya. Sudarmini dinyatakan meninggal akibat kekerasan.

Sudarmini adalah salah satu perempuan pasukan bayaran ISIS. Sudarmini berusia sekitar 30 tahun, diketahui memiliki ayah bernama Sardi, dan ibu bernama Nasia.

Sejauh ini motif di balik kematian Sudarmini yang diduga dilakukan oleh teman-temannya di kamp Al-Hol masih belum diketahui. Kamp Al-Hol, yang menampung ribuan keluarga tentara bayaran ISIS, menyaksikan banyak kasus kekerasan antara keluarga-keluarga petempur ISIS, yang dianggap sebagai "bom waktu" untuk masalah yang besar di wilayah itu jika tidak dikendalikan.

Sudarmini bukan satu-satunya kombatan ISIS asal Indonesia yang tewas di Suriah. Berikut rangkuman sejumlah kombatan ISIS asal Indonesia yang tewas di Irak dan Suriah:

1 dari 5 halaman

Tewas Diterjang Peluru Tank Pasukan Dukungan AS

Militan ISIS asal Indonesia, Muhammad Saifuddin alias Abu Walid alias Muhammad Karim Yusup Faiz tewas pada 29 Januari 2019 di Provinsi Deir Ezzor. Menurut keterangan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Dedi Prasetyo, militan ini tewas diterjang peluru tank ketika digempur pasukan dukungan Amerika Serikat.

"Dia tewas karena terkena peluru tank pasukan Suriah dalam pertempuran," kata Dedi kepada kantor berita the Associated Press, seperti dilansir laman ABC News, Selasa (12/2/2019).

Saifudiin dikenal ketika dia muncul dalam video pembunuhan seorang warga asing pada 2016 di Suriah. Saifuddin sebelumnya sempat muncul dalam sejumlah video ISIS dan di situs-situs radikal.

Dia muncul dalam video pada 2016 yang memperlihatkan dirinya bersama dua militan asal Malaysia dan Filipina membunuh tiga warga asing, termasuk jurnalis Jepang Kenji Goto. Agustus lalu Amerika Serikat menyebut Saifuddin dan militan asal Malaysia dan Muhammad Rafi Udin serta militan Filipina Muhammad Reza Lahaman Kiram sebagai teroris.

2 dari 5 halaman

Komandan ISIS Bahrumsyah Tewas dalam Ledakan Mobil

Bahrumsyah alias Abu Muhammad al Indonesi merupakan salah satu pemimpin kelompok militan ISIS di Asia Tenggara. Bahrumsyah tewas pertengahan Maret 2017 lantaran mobil berisi bahan peledak yang dikendarainya meledak lebih cepat di Palmyra. Tadinya dia akan menyasar unit Angkatan Darat Suriah.

"Bahrumsyah tewas usai mobil berisi bahan peledak yang dikendarainya meledak lebih cepat di Palmyra. Bom itu ditujukan pada unit Angkatan Darat Suriah," demikian dilaporkan Kantor Berita Al-Masdar.

Kematian Bahrumsyah dikonfirmasi ISIS, namun mereka tetap mengklaim Bahrumsyah sukses menghancurkan musuh.

"ISIS mengonfirmasi kematian Bahrumsyah pada Selasa, namun tetap mengklaim serangan yang dilakukannya berhasil menghancurkan musuh," tulis The Straits Times.

Mengenal lebih jauh sosok komandan ISIS Asia Tenggara ini, dia terkenal karena muncul dalam video rekrutmen ISIS pada 2014 silam. Kala itu, dia langsung menjadi buronan nomor satu Polri.

3 dari 5 halaman

Panglima ISIS Abu Jandal Tewas di Irak

Salim Mubarok Attamimi alias Abu Jandal al-Yemeni al-Indonesi, Panglima ISIS khusus pasukan asal Indonesia tewas dalam pertempuran di Mosul, Irak pada 2016 lalu. Mabes Polri dan keluarga Abu Jandal memastikan kebenaran informasi tersebut.

Salim diketahui pernah tinggal di Malang, Jawa Timur, dan kerap menggelar pengajian yang meresahkan warga. Dia memakai nama Abu Jandal Al-Yemeni, yang tidak lain nama pengawal Osama bin Laden.

Di tahun 2014, Abu Jandal menantang Panglima TNI dan Polri, termasuk Densus 88 dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama untuk turun ke medan perang bergabung dengan tentara koalisi menghadapinya. Tantangan tersebut direkam video berdurasi 4 menit 1 detik dan diunggah di YouTube, dengan nama akun al-faqir ibnu faqir.

Dia juga pernah mengunggah video ke YouTube tentang ajakan orang Indonesia agar bergabung ISIS. Video berdurasi 20 menit itu diunggah 6 Agustus 2014 berjudul 'Ucapan Selamat Ied dari Bumi Khilafah'. Video yang diunggah oleh Al-Hayat Media Center itu dibuat di sebuah masjid di Suriah.

4 dari 5 halaman

Bocah 11 Tahun Tewas Setelah Gabung ISIS

Bocah bernama Hath Saiful Rasul yang berumur 11 tahun dilaporkan tewas di Suriah setelah bergabung dengan ISIS pada 2017 lalu. Densus 88 Antiteror kemudian menyelidiki pesantren Ibnu Mas'ud yang berada di Sukajaya, Bogor, yang merupakan tempat Hath menimba ilmu agama sebelum memutuskan berangkat ke Suriah. Penyebab kematian bocah ini tak jelas.

"Kita baru tahu bahwa itu dari salah satu pesantren di Bogor. Densus lagi melakukan penyelidikan karena dari Ponpes sendiri membantah, mengatakan tidak mendukung ISIS," kata Kadiv Humas Mabes Polri saat itu, Irjen Pol Setyo Wasisto di Kompleks Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (11/9/2017).

Indikasi adanya keterlibatan pesantren itu dengan ISIS lantaran Polri mendapat informasi pesantren tersebut pernah mengirim beberapa siswa dan pembinanya untuk berangkat ke Suriah. Pesantren itu juga pernah bermasalah ketika pada perayaan hari kemerdekaan RI ke-72 lalu, salah seorang guru di pesantren tersebut terlibat dalam pembakaran bendera atau umbul-umbul merah putih.

"Ada beberapa siswa dan pembinanya kan yang berangkat. Nanti kita dalami. Pesantren itu juga kan juga beberapa waktu lalu gurunya melakukan pembakaran umbul-umbul merah putih. Nanti didalami," tandasnya.




5 dari 5 halaman

Anak Imam Samudera Usia 19 Tahun Tewas Saat Bertempur

Tahun 2015 lalu, anak sulung Imam Samudra, Umar Jundul Haq (19), atau yang akrab dipanggil Uncu dilaporkan tewas di Suriah. Demikian disampaikan Sydney Jones, pengamat terorisme dari Institut Analisa Konflik di Jakarta. Umar dikatakan di tewas dalam pertempuran di Kota Deir ez-Zur.

Umar tewas di Suriah setelah tinggal selama dua tahun di sana. Uncu juga dikatakan mewarisi kekayaan sang ayah yang terkenal dengan peristiwa kelam Bom Bali di tahun 2002.

Kapolri saat itu yaitu Jenderal Badrodin Haiti juga memastikan putra dari pelaku bom Bali 2002 itu tewas terbunuh di Suriah.

"Benar itu anak Imam Samudera. Berdasarkan informasi yang dari orang-orang di sana," kata Badrodin di PTIK Jakarta, Senin (26/10/2015). (mdk/pan)

Baca juga:false
Ini Alasan Kemlu Sulit Verifikasi Kabar WNI Hamil Dibunuh di Kamp Pengungsian ISIS
Anggota ISIS Asal Indonesia Ditemukan Tewas di Suriah
Cerita Mengejutkan WNI dan Tawanan Lain Bisa Kabur dari Cengkeraman ISIS
Kepala BNPT Sempat ke Suriah untuk Pulangkan Eks ISIS ke Indonesia
Pemerintah akan Buat Tim untuk Pemulangan WNI Simpatisan ISIS
Pemerintah Masih Kumpulkan Informasi untuk Pemulangan WNI Bekas Anggota ISIS