Derita Malaysia dan Singapura 'Diserang' Kabut Asap dari Indonesia

DUNIA | 23 September 2019 06:40 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta

Merdeka.com - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia ikut mengotori udara Malaysia dan Singapura. Bahkan aktivitas di dua negara tetangga tersebut menjadi terganggu. Ada banyak cara yang dilakukan Malaysia dan Singapura untuk mengatasi polusi akibat asap, mulai dari membagikan masker hingga mencoba membuat hujan buatan.

Meski begitu, kabut asap masih menghiasi langit Malaysia dan Singapura hingga jarak pandang menjadi terbatas. Berikut kerugian yang harus dialami Malaysia dan Singapura akibat asap kebakaran hutan dari Indonesia:

1 dari 3 halaman

Sekolah Diliburkan

Semua sekolah di Negara Bagian Penang, Malaysia, diliburkan karena indeks polusi udara (API) di dua kabupaten telah mencapai level 200 yaitu sangat tidak sehat lantaran kabut asap.

Anggota Dewan Eksekutif Negara Bagian Phee Boon Pho membenarkan Departemen Pendidikan negara bagian telah memerintahkan semua sekolah distrik timur laut untuk diliburkan mulai pukul 12 siang.

"Sebanyak 111 sekolah dasar dan menengah di kabupaten ini akan ditutup mulai pukul 12 siang dan seterusnya," katanya.

2 dari 3 halaman

Ancam Kemeriahan F1 GP di Singapura

F1 GP Singapura rencananya akan dilangsungkan pada Minggu (22/9). Namun karena kabut asap mulai tersebar di Singapura, masyarakat khawatir polusi udara mengganggu kesehatan dan mengurangi kemeriahan ajang balap motor dunia tersebut.

Meski begitu, balapan masih akan digelar walaupun kabut asap tipis masih mengotori udara Singapura. "Agensi-agensi pemerintahan Singapura bekerja erat dengan penyelenggara balapan untuk memastikan balapan dan hiburan ini tetap menarik, sambil tetap memerhatikan pada kesehatan dan kondisi kebaikan setiap pengunjung. Ini termasuk menyiapkan skenario jika asap kabut memburuk," kata Direktur Eksekutif Singapore Tourism Board (STB), Jean Ng.

3 dari 3 halaman

Kualitas Udara Memburuk

Imbas paling parah adalah kualitas udara yang memburuk. Menurut Airvisual, wilayah di Kuching, Sarawak, Malaysia memiliki angka 231 dengan PM2.5 dan kualitas udara 180.8. Artinya, kualitas udara di Kuching sangat tidak sehat.

Sedangkan di Singapura, kualitas udara sedikit memburuk dibandingkan Malaysia. Menurut Airvisual, udara di Singapura memiliki angka 103 dengan PM2.5 dan kualitas 36.5. Artinya udara sedikit tidak sehat. (mdk/dan)

Baca juga:
Perusahaan Terlibat Karhutla, Malaysia Ingin Buat UU Kualitas Lingkungan
Kabut Asap, Malaysia Berencana Pakai Drone untuk Bikin Hujan Buatan
Atasi Kabut Asap, Malaysia Bikin Hujan Buatan
Dua Juta Siswa Malaysia Diliburkan karena 2000 Sekolah Ditutup Akibat Kabut Asap
Penampakan Kabut Asap Selimuti Singapura