Dewan Militer Sita Harta Mantan Presiden Sudan Bernilai Ratusan Juta Dolar

Dewan Militer Sita Harta Mantan Presiden Sudan Bernilai Ratusan Juta Dolar
DUNIA | 25 April 2019 19:19 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Dewan Militer Sudan menyita sebuah brankas besar milik mantan Presiden Sudan Umar Al-Bashir dan keluarganya yang disimpan di salah satu kantornya. Beberapa hari sebelumnya, sejumlah besar uang yang ditemukan di rumah Bashir juga telah diamankan.

Kepala Dewan Militer Transisi (pemerintahan interim) Sudan, Abdul Fattah Al-Burhan Minggu lalu mengatakan uang tunai dalam tiga mata uang, bernilai lebih dari USD 113 juta ditemukan di rumah mantan presiden itu, demikian dilaporkan kantor berita AFP.

Al-Burhan menambahkan, "tim gabungan angkatan bersenjata, polisi, dan dinas keamanan, di bawah pengawasan Kantor Jaksa Penuntut Umum, menggeledah rumah mantan Presiden Umar Al-Bashir dan menemukan 7 juta Euro, USD 350 ribu dan 5 miliar pound Sudan (USD 105 juta)," demikian seperti dikutip dari Middle East Monitor, Rabu (24/4).

Setelah menemukan uang itu, Jaksa Penuntut Umum di Sudan membuka dua penyelidikan terhadap Al-Bashir dengan tuduhan pencucian uang dan kepemilikan sejumlah besar uang tanpa pembenaran hukum.

Dewan Militer juga memerintahkan Jaksa Sudan untuk melakukan pemeriksaan terhadap Al-Bashir dalam persiapan untuk persidangannya.

Penyitaan sejumlah aset kekayaan Al-Bashir dilakukan usai dirinya dikudeta oleh militer pada 11 April lalu di tengah protes publik berkepanjangan sejak Desember 2018.

Sementara itu, massa di Sudan telah meminta pemerintahan darurat yang dipimpin militer untuk segera melakukan pembongkaran dan pengadilan penuh terhadap kroni-kroni rezim presiden yang baru saja dimakzulkan.

Mereka juga mendesak dewan militer transisi untuk menyegerakan perpindahan kekuasaan dari tangan tentara kepada masyarakat sipil.

Amjad Farid, juru bicara kelompok profesional yang menggalang massa berunjuk rasa mengatakan kepada BBC, mereka "sepenuhnya menolak" dewan militer yang saat ini memimpin Sudan.

Dia mengatakan tuntutan termasuk "pembubaran penuh" kroni rezim Umar Al-Bashir dan pembubaran badan intelijen negara.

"Kami di sini untuk menghapus seluruh sistem, sebuah sistem yang tidak memberikan layanan yang sama bagi masyarakat," kata pendemo bernama Mohammed Jakur kepada kantor berita AFP.

"Sebuah sistem yang membuat orang-orang di bawah kemiskinan. Sebuah sistem yang tidak memungkinkan Sudan, sebagai negara kaya dengan sumber daya manusia dan alam, untuk bertindak seperti negara lain di dunia."

Reporter: Rizki Akbar Hasan

Sumber: Liputan6.com (mdk/pan)

Baca juga:
Mantan Presiden Sudan Umar al-Bashir Dipindahkan ke Penjara
Sipil vs Militer di Sudan, Bisakah Tercapai Kesepakatan?
Rakyat Sudan Tolak Dewan Militer, Inginkan Pemerintahan Sipil
Militer Sudan Sebut Bashir Tidak Akan Diekstradisi, Bakal Diadili di Dalam Negeri
Setelah 30 Tahun Sang Diktator itu Akhirnya Tumbang
Suka Cita Rakyat Sudan Rayakan Lengsernya Presiden Umar al-Bashir

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami