Dianggap Menularkan Virus Corona, Anjing dan Kucing di Lebanon Diracun dan Dibuang

Dianggap Menularkan Virus Corona, Anjing dan Kucing di Lebanon Diracun dan Dibuang
DUNIA | 3 April 2020 17:03 Reporter : Iqbal Fadil

Merdeka.com - Dalam beberapa pekan terakhir, rekaman video anjing kejang-kejang akibat diracun dan kucing yang ditelantarkan beredar di kalangan warga Lebanon. Banyak hewan peliharaan itu yang menjadi korban karena dianggap bisa menularkan virus corona.

Padahal, kelompok-kelompok pencinta hewan di Lebanon telah berusaha meyakinkan warga bahwa hewan peliharaan bukan pembawa virus corona.

Daging mentah dicampur dengan insektisida dan racun tikus telah ditemukan di jalan-jalan di seluruh Lebanon karena informasi yang salah bahwa hewan dapat mentransfer virus corona kepada manusia.

Joseph Oweiss, salah satu warga kehilangan anjing persilangan husky dengan German shepherd yang berumur lima tahun bernama Odin pada hari Sabtu.

Oweiss mengatakan kepada Al Arabiya, seperti dikutip Jumat (3/4) bahwa dia telah memperingatkan sesama pemilik anjing di kota Bsalim bahwa dia telah melihat daging yang tampak mencurigakan ketika keluar berjalan Odin sebelumnya pada hari itu.

"Kecurigaan saya benar," katanya.

Pada Sabtu malam, Oweiss pergi ke halaman belakang rumahnya untuk memeriksa Odin, dan melihatnya muntah-muntah. Dia membawanya ke rumah sakit hewan terdekat, tetapi sudah terlambat.

"Kami mencoba untuk menghidupkannya tiga kali, tetapi organnya gagal," kata Oweiss.

Oweiss telah membuka penyelidikan dengan polisi setempat tentang apa yang dia sebut sebagai "pembunuhan," karena dia percaya seseorang melemparkan daging beracun ke halamannya untuk membunuh Odin. Tetangga juga menemukan daging di kebun mereka.

Di bawah undang-undang kekejaman terhadap binatang di Lebanon yang disahkan pada tahun 2017, siapa pun yang dinyatakan bersalah atas penyiksaan hewan dapat menghadapi dua tahun penjara dan denda 50 juta lira Lebanon (sekitar USD 33.000).

Selain serangan racun, badan amal penyelamat hewan telah berbagi gambar lusinan anjing dan kucing yang telah ditinggalkan oleh pemiliknya karena kekhawatiran akan virus corona.

Otoritas kota di desa Btouratige, Lebanon utara mengeluarkan sebuah surat edaran yang mengatakan "mengingat wabah coronavirus" mereka akan menghapus semua hewan liar dari daerah tersebut karena "mereka menyebarkan penyakit."

Organisasi Kesehatan Dunia sebelumnya telah menyatakan tidak ada bukti ilmiah bahwa hewan peliharaan seperti kucing atau anjing dapat membawa atau mengirimkan virus corona ke manusia.

Ghina Nahfawi, anggota Aktivis Hewan Lebanon, mengatakan bahwa ada lonjakan hewan yang ditinggalkan selama akhir pekan, dengan sekitar 20 anjing dan kucing ditemukan sendirian di jalanan.

1 dari 1 halaman

Warga Diminta Tak Telantarkan Peliharaan

Peningkatan jumlah hewan peliharaan yang ditelantarkan ini terjadi setelah laporan saluran TV Lebanon MTV yang memperingatkan anggota masyarakat untuk berhati-hati bahwa hewan peliharaan mereka bisa menularkan Covid-19 kepada mereka.

Pada Sabtu malam, pemberitahuan push dikirim melalui aplikasi seluler MTV yang bertuliskan "Hewan dapat menularkan coronavirus ke manusia, apakah yang sebaliknya benar? Detail di buletin malam ini."

Item dalam buletin itu mengutip pada sebuah artikel yang diterbitkan di surat kabar Belgia tentang seekor kucing di Belgia yang dites positif terkena virus corona. Kucing itu menangkap virus dari pemiliknya, yang telah kembali dari perjalanan ke Italia, dan bukan sebaliknya.

Terlepas dari pernyataan WHO dan asosiasi dokter hewan Lebanon bahwa coronavirus tidak dapat disebarkan dari hewan ke manusia, seorang ahli epidemiologi yang diwawancarai dalam program tersebut menolak untuk mengonfirmasi hal ini.

"Apa pun mungkin, ada informasi baru [tentang coronavirus] yang muncul setiap hari," katanya.

Setelah kampanye media sosial yang diselenggarakan oleh aktivis kesejahteraan hewan, MTV kemudian mencabut pemberitahuan itu dan menerbitkan wawancara dengan kepala asosiasi veteriner negara itu yang menegaskan bahwa hewan peliharaan tidak menghadirkan bahaya bagi pemiliknya.

"Kerusakan sudah terjadi, sudah terlambat," kata Nahfawi kepada Al Arabiya. "Laporan itu benar-benar memiliki hasil yang membawa malapetaka."

Warga Diminta Tak Telantarkan Peliharaan

Palang Merah Lebanon menerbitkan sebuah video yang menyerukan pemilik untuk tidak meninggalkan hewan peliharaan mereka dan mengatakan mereka benar-benar dapat membantu keluarga mengatasi kesepian dan tantangan hidup yang terkunci.

Puluhan orang sejak itu membagikan foto-foto hewan peliharaan mereka melalui media sosial dengan tulisan seperti "Saya tidak menularkan virus, saya hanya mengirimkan cinta."

"Banyak orang tidak mengerti bahwa hewan peliharaan bukan hanya binatang, mereka benar-benar hanya bagian dari keluarga," kata Owiess. (mdk/bal)

Baca juga:
Skenario Terburuk, Ekonomi China Tak Tumbuh di 2020 Akibat Pandemi Covid-19
Gara-Gara Corona, Konvensi Capres Demokrat Penantang Trump Ditunda
Perwira AL Amerika Dipecat karena Ingatkan Soal Bahaya Virus Corona
Tak Hanya dari Batuk atau Bersin, Virus Corona Bisa Menular dari Bicara atau Bernapas
4 Pesohor Dunia Ini Sembuh dari Covid-19, Pangeran Charles hingga Paulo Dybala
Tes Virus Corona Lagi, Presiden Trump Dinyatakan Negatif

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami