Diduga Ada Perpecahan, Direktur CIA Dilarang Ikut Rapat Senat Bahas Jamal Khashoggi

DUNIA | 28 November 2018 14:07 Reporter : Jayanti

Merdeka.com - Gedung Putih melarang Direktur CIA, Gina Haspel, muncul di hadapan Senat Amerika Serikat untuk memberi pengarahan kepada para pembuat undang-undang tentang pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Para pejabat yang tidak disebutkan namanya, melakukan perbincangan antara Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dan Menteri Pertahanan James Mattis tentang hubungan Amerika Serikat dengan Arab Saudi agar tidak melibatkan direktur CIA itu, seperti dilansir dari Middle East Eye, Rabu(28/11).

Tidak dilibatkannya Haspel adalah hal yang tidak umum dan menandakan adanya perpecahan yang sedang berlangsung antara Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dengan pejabat intelijen negaranya atas pembunuhan Khashoggi.

CIA telah menyimpulkan awal bulan ini bahwa, Pangeran Arab Saudi, Muhammad bin Salman penguasa negara itu ternyata yang memerintahkan pembunuhan Khashoggi, namun Trump berulang kali meragukan penilaian itu.

Pekan lalu, Trump bersumpah untuk tetap menjadi mitra setia Arab Saudi meskipun kejadian pembunuhan itu dengan mengatakan, baik Raja Salman dan putra mahkota tidak tahu sebelumnya tentang pembunuhan wartawan asal Saudi itu.

Sementara itu, Penasihat keamanan nasional Trump, John Bolton, pada Selasa (27/11) membantah laporan bahwa Gedung Putih telah memblokir Haspel agar tidak muncul di depan para senator Amerika Serikat.

"Tentu saja tidak," katanya kepada para wartawan, namun masih tidak jelas karena tidak ada pejabat intelijen yang turut hadir pada pengarahan hari Rabu.

Dalam percakapan Trump dengan Washington Post pada hari Selasa, Trump kembali membela pangeran bin Salman dan menegaskan kembali bahwa ada kemungkinan pangeran itu terlibat, atau mungkin dia tidak terlibat dalam pembunuhan Khashoggi.

"Bin Salman telah menyangkalnya. Orang-orang di sekitarnya menyangkalnya, dan lagipula CIA juga tidak mengatakan dengan tegas bahwa dia melakukannya,"kata Trump.

Seorang staf Senat mengatakan pada The Guardian bahwa seorang senior pejabat intelijen selalu hadir di pertemuan semacam itu.

"Ini benar-benar belum pernah terjadi sebelumnya dan harus ditafsirkan sebagai tidak kurang dari perintah Trump yang sedang mencoba untuk membungkam komunitas intelijen," kata staf kepada The Guardian.

Pertemuan Senat pada hari Rabu akan difokuskan terutama pada keterlibatan Arab Saudi dalam perang di Yaman, tetapi senator Amerika Serikat berharap agar membahas tentang kasus Khashoggi. (mdk/ias)

Baca juga:
Warga Tunisia Tolak Kedatangan Pangeran Saudi Karena Dianggap Pembunuh
Argentina Berencana Tuntut Pangeran bin Salman dengan Kejahatan Perang dan Penyiksaan
Polisi Turki Geledah Vila Mewah Milik Warga Saudi Cari Sisa Jasad Khashoggi
Kasus Khashoggi, Pangeran bin Salman Minta Bertemu Erdogan di KTT G20 Argentina
Turki Sebut Donald Trump Tutup Mata soal Pembunuhan Jamal Khashoggi
Pangeran Saudi Sebut CIA Tak Bisa Dipercaya Dalam Kasus Khashoggi

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.