Diklaim Sukses Obati Trump, Antibodi Regeneron untuk Covid-19 Masih Butuh Penelitian

Diklaim Sukses Obati Trump, Antibodi Regeneron untuk Covid-19 Masih Butuh Penelitian
DUNIA | 8 Oktober 2020 13:03 Reporter : Iqbal Fadil

Merdeka.com - Sejumlah pasien meminta untuk bergabung dengan uji klinis obat Covid-19 berbasis antibodi setelah Presiden AS Donald Trump dirawat minggu lalu dengan terapi eksperimental dari Regeneron Pharmaceuticals Inc.

Pakar medis mengatakan lebih banyak data diperlukan untuk menilai kemanjuran pengobatan sebelum penggunaan yang lebih luas diperbolehkan.

Trump keluar dari rumah sakit pada Senin malam, hanya beberapa hari setelah didiagnosis dengan Covid-19 yang menyebabkan peradangan paru-paru yang cukup untuk menurunkan kadar oksigen darah.

Menurut dokternya, tes darah pada hari Senin mendeteksi antibodi yang melawan infeksi, yang menurut juru bicara Regeneron kemungkinan berasal dari pengobatan.
Trump mengatakan pada hari Rabu dia berjanji untuk memberikan terapi antibodi Regeneron gratis kepada orang Amerika sambil menggembar-gemborkan manfaatnya.

Semetara produsen Regeneron mengatakan pada hari Rabu bahwa mereka telah mengajukan permintaan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan AS untuk otorisasi penggunaan darurat (emergency use authorization/EUA) untuk kombinasi antibodinya.

Dalam rekaman video di luar Gedung Putih, Trump memuji terapi Regeneron karena perasaannya yang jauh lebih baik daripada ketika dia pertama kali didiagnosis dan mengatakan dia akan mendorong EUA untuk perawatan itu dan orang lain yang menyukainya. Namun Trump keliru mengatakan obat itu disebut Regeneron.

Obat Regeneron adalah gabungan dari dua antibodi monoklonal yakni salinan antibodi yang diproduksi yang merupakan salah satu senjata utama yang dihasilkan sistem kekebalan untuk melawan infeksi.

Baca Selanjutnya: Perusahaan sejauh ini telah merilis...

Halaman

(mdk/bal)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami