Diserang dari Darat & Udara, Warga Gaza Sebut Hadapi Dua Musuh Yakni Israel & Covid

Diserang dari Darat & Udara, Warga Gaza Sebut Hadapi Dua Musuh Yakni Israel & Covid
Kepanikan warga Palestina hindari gempuran Israel di Gaza. ©MOHAMMED ABED/AFP
DUNIA | 14 Mei 2021 14:04 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Pada Jumat, Israel membombardir Gaza dengan artileri dan serangan udara sebagai balasan serentetan tembakan roket dari wilayah yang dikuasai Hamas itu.

Dalam hari-hari kekerasan yang mematikan, tentara Israel berkumpul di tepi perbatasan, walaupun tentara Israel menekankan tidak ada penyerangan darat yang dilakukan terlepas dari pernyataan sebelumnya yang menyatakan tentara melakukan serangan di Jalur Gaza.

Pasukan keamanan Israel juga dikerahkan untuk menghentikan bentrokan mematikan antara warga Yahudi dan Arab.

Foto-foto yang muncul pada Jumat pagi menunjukkan bola api besar mengubah langit malam di Gaza, sementara roket terlihat meluncur di udara menuju Israel.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menyatakan Hamas akan membayar dengan harga yang sangat mahal.

“Kami sedang melakukan itu, dan kami akan terus melakukan itu dengan pasukan berat,” ujarnya, dilansir France 24, Jumat (14/5).

Berdiri di pinggir jalan rusak di Gaza akibat serangan udara Israel, Assad Karam (20), seorang buruh bangunan mengatakan: “Kami sedang menghadapi Israel dan Covid-19. Kami berada di antara dua musuh.”

Israel meluncurkan serangannya setelah Hamas menembakkan roket ke Yerusalem dan Tel Aviv sebagai balasan atas kekerasan polisi Israel terhadap warga Palestina di Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur pada malam-malam terakhir Ramadan.

Juru bicara tentara Israel, John Conricus mengatakan pihaknya bersiap untuk berbagai skenario, menyebut pertempuran darat merupakan “satu skenario”.

Suara tembakan artileri dan ledakan menggema di seluruh wilayah utara dan timur Gaza sampai Jumat subuh. Para saksi mata mengatakan banyak keluarga yang tinggal di wilayah dekat perbatasan keluar dari rumah mereka, beberapa mengungsi di sekolah yang dikelola PBB.

Kekerasan juga terjadi di komunitas campuran Yahudi dan Arab di Israel, front terbaru dalam konflik panjang ini. Sinagog diserang dan bentrokan pecah di jalan-jalan di beberapa kota, mendorong presiden Israel memperingatkan perang sipil.

Sedikitnya 109 orang terbunuh di Gaza, termasuk 29 anak-anak. Pada Kamis, 52 warga Palestina terbunuh di wilayah itu, korban jiwa tertinggi sejak Senin.

Sementara itu, tujuh orang tewas di Israel: satu tentara yang berpatroli di perbatasan Gaza, lima warga sipil termasuk dua anak-anak, dan seorang pekerja India. Demikian disampaikan otoritas Israel.

Dewan Keamanan PBB akan secara terbuka membahas memburuknya pertempuran antara Israel dan Hamas pada Minggu, seperti disampaikan para diplomat setelah AS sebelumnya keberatan dengan rapat hari Jumat.

Baca Selanjutnya: PBB kirim utusan...

Halaman

(mdk/pan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami