Diserang Trump, Empat Perempuan Anggota Kongres: Kami Tak Akan Diam

DUNIA | 16 Juli 2019 13:48 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Empat perempuan anggota kongres yang diserang Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan pernyataan rasial dalam cuitannya di Twitter pada Minggu lalu menyatakan tak akan diam. Empat anggota kongres ini merupakan warga keturunan dan kulit berwarna yaitu Rashida Tlaib, Ilhan Omar, Ayana Pressley, dan Alexandria Ocasio-Cortez.

Keempatnya mengatakan mereka akan tetap mengangkat isu dan menyuarakan perlakuan terhadap imigran yang ditahan di perbatasan, kesehatan dan pendidikan, dan persoalan penting lainnya. Dilansir dari Aljazeera, Selasa (16/7), empat perempuan ini menyampaikan kepada wartawan bawah serangan Trump yang meminta mereka kembali ke negara asal mereka adalah sebuah pengalihan dari kebijakan-kebijakannya yang banyak disorot, supaya perhatian masyarakat teralihkan.

"Sederhananya ini adalah sebuah gangguan, sebuah pengalihan dari budaya tak berperasaan, kacau dan korup dalam pemerintahan ini," kata Pressley.

"Kami ingin berurusan dengan rakyat Amerika dan kenapa kami berada di sini: mengurangi biaya obat-obatan, menyuarakan krisis kesehatan publik dan wabah yaitu kekerasan senjata, menyuarakan ketimpangan kesejahteraan rasial dan tentu, memastikan semua keluarga tetap bersama," lanjutnya.

Para perempuan ini merespons serangkaian cuitan dan komentar rasial Donald Trump pada Minggu dan Senin kemarin dimana dia meminta agar keempat perempuan ini kembali ke negara asal mereka. Kendati dalam cuitannya Trump tak menyebut langsung siapa yang dimaksudkan, dipastikan cuitannya ditujukan untuk anggota kongres baru tersebut, yang mana keempat orang ini kerap mengkritik Trump sejak mereka duduk di kursi kongres awal tahun ini.

Keempat anggota kongres ini merupakan perempuan kulit berwarna dan merupakan warga negara AS. Hanya Ilhan Omar yang lahir di luar AS.

"Saya ingin menyampaikan kepada anak-anak di negara ini, apapun yang presiden katakan, negara ini milikmu, dan milik setiap orang," kata Ocasio-Cortez.

Cuitan Trump mendapat kecaman dari sejumlah politikus dan pemimpin dunia lainnya.

Ketua DPR Nancy Pelosi mengumumkan parlemen AS akan segera melakukan voting terkait resolusi yang mengutuk cuitan rasis presiden. Meskipun para petinggi Partai Republik menolak berkomentar, beberapa anggota partai mengatakan Trump bertindak terlalu jauh.

Senator Republik, Tim Scott, satu-satunya senator kulit hitam Republik, mengatakan presiden menggunakan "bahasa rasial".

Perwakilan Republik Mike Turner meminta Trump meminta maaf. Sementara Senator John Cornyn, menyebut cuitan Trump merupakan kesalahan dan kesalahan yang dipaksakan dan menurutnya Trump bukan seorang yang rasis.

Agenda Nasionalis Kulit Putih

Terlepas dari kecaman itu, Trump mengatakan komentarnya bukan rasis dan hanya mengatakan kepada para perempuan tersebut jika mereka tidak suka di AS, mereka bisa angkat kaki.

"Kami tidak meninggalkan apa yang kami cintai, dan kami mencintai negara ini dan itu artinya kami menawarkan solusi untuk memperbaikinya," kata Ocasio-Cortez dalam konferensi pers pada Senin (15/7).

Bukan kali ini saja Trump mencuit dengan pernyataan rasial dan seksis.

"Sayangnya, ini bukan yang pertama atau pun terakhir kami mendengar hal yang memuakkan, bahasa fanatisme dari presiden," kata Rashida Tlaib yang juga kembali menyerukan pemakzulan terhadap Trump.

Ilham Omar juga menyerukan pemakzulan. Dalam konferensi pers itu, Omar juga kembali menyampaikan sejumlah pernyataan Trump yang seksis, kasar, dan rasial.

"Ini adalah presiden yang menyamakan neo-Nazi dengan mereka yang memprotes mereka di Charlottesville," ujarnya, merujuk pada kampanye Unite the Right tahun 2017 dimana saat itu seorang neo-Nazi menabrakkan mobilnya ke dalam kelompok anti-rasis, menewaskan Heather Heyer yang berusia 32 tahun. Trump dikecam pada saat itu karena mengatakan ada "kesalahan di kedua sisi".

Omar mengatakan Trump memiliki agenda nasionalis kulit putih.

"Apakah itu muncul di ruang obrolan, atau muncul di televisi nasional, dan sekarang, telah menjangkau halaman Gedung Putih," pungkasnya.

Baca juga:
Donald Trump Serang Anggota Kongres Perempuan dengan Pernyataan Rasial
Mantan Direktur CIA: Amerika Tak akan Bertahan Jika Trump Menang Periode Kedua
Siap Lengserkan Donald Trump, Miliuner Tom Steyer Maju jadi Capres AS
Berselisih dengan Donald Trump, Para Pejabat AS Ini Dipecat dan Mengundurkan Diri
Bermasalah dengan Donald Trump, Dubes Inggris Mundur
Donald Trump Habiskan Dana Rp16,9 Miliar untuk Perayaan HUT AS

(mdk/pan)