Dokter Belgia tolak pasien Yahudi
DUNIA | 5 Agustus 2014 00:31 Reporter : Ardini Maharani

Merdeka.com - Seorang dokter di Belgia menolak menolong perempuan Yahudi menderita tulang rusuk retak. Dia mengatakan perempuan itu perlu dikirim ke Jalur Gaza agar dia tahu rasa sakit yang sebenarnya.

Surat kabar Russia Today melaporkan, Ahad (3/8), "Saya tidak akan datang menolongnya. Suruh dia ke Gaza dan itu bisa menyingkirkan rasa sakitnya," ujar dokter itu saat menerima panggilan untuk menangani perempuan Yahudi itu.

Bertha Klein, 90 tahun, menderita tulang rusuk patah dan sangat kesakitan. Mereka warga negara Amerika Serikat. Sang dokter melihat nama dan aksen Yahudi Klein.

Cucu Klein, Hershy Taffel mengeluhkan pada polisi soal sikap diskriminasi dokter itu. Dokter itu pun mengatakan dia memang mengucapkan kata-kata anti-Semit sebab reaksi emosional.

Insiden anti-Semit bukan hanya terjadi di rumah sakit. Sebuah restoran di Kota Liege memajang tanda Yahudi dilarang masuk dan juga ada slogan-slogan 'matilah Yahudi'.

Gelombang anti-Semit di Eropa sampai pada tingkatan terburuk. Rumah ibadah Yahudi mengalami kekerasan saban harinya, termasuk serangan fisik. Ini lantaran agresi militer Israel ke Gaza yang menewaskan warga sipil mendekati angka 2.000 orang.

Baca juga:
Prancis berusaha bubarkan kelompok Yahudi radikal
Warga Yahudi inggris tuding Israel penyebab tingginya anti-Semit
Pengguna media sosial kampanyekan gerakan damai Yahudi dan Arab
Bela Yahudi sampai mati
Tebar ancaman di tanah Yahudi

(mdk/din)