Dokumen Bocor Ungkap China Sembunyikan Informasi Penting Virus Corona Saat Awal Wabah

Dokumen Bocor Ungkap China Sembunyikan Informasi Penting Virus Corona Saat Awal Wabah
DUNIA | 3 Juni 2020 16:06 Reporter : Iqbal Fadil

Merdeka.com - Sebuah dokumen yang bocor mengungkapkan bahwa China telah menahan informasi penting selama beberapa pekan tentang virus corona setelah pertama kali muncul pada Januari 2020. Penyembunyian informasi itu diyakini telah membuat antisipasi negara lain terhadap wabah terlambat.

Sebuah investigasi yang dilakukan AP, Rabu (3/6), dokumen itu menjelaskan, pejabat China tidak memberikan informasi peta genetik, atau genom, dari virus corona selama lebih dari seminggu setelah berhasil diuraikan.

Pejabat China juga, beberapa pekan kemudian, tidak mengungkapkan jika virus itu dapat ditularkan antara manusia, demikian menurut dokumen dan kesaksian internal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang diperoleh Associated Press.

AP melaporkan pada hari Selasa bahwa saat para ilmuwan di Institut Virologi Wuhan menguraikan virus pada 2 Januari, pejabat kesehatan Tiongkok tidak mempublikasikan rincian temuan mereka sampai lebih dari seminggu kemudian, pada 12 Januari.

Baru pada tanggal 20 Januari China memberi tahu WHO dan pemerintah lain bahwa virus dapat menular antar manusia. Ini hanya setelah sebuah laboratorium di Shanghai yang dipimpin oleh ilmuwan Zhang Yongzhen menerbitkan informasi sehari sebelumnya.

Pada saat itu Organisasi Kesehatan Dunia secara terbuka memuji China atas apa yang disebutnya sebagai respons cepat terhadap virus tersebut.

1 dari 1 halaman

WHO Prihatin Sikap China

Namun, para pejabat WHO secara pribadi prihatin bahwa China menyembunyikan informasi kunci tentang virus.

"Kami saat ini berada pada tahap di mana ya, mereka memberikannya kepada kami 15 menit sebelum muncul di CCTV [saluran televisi pemerintah China]," kata pejabat WHO, Dr. Gauden Galea, dalam satu pertemuan.

WHO dilaporkan frustrasi dengan kegagalan China untuk merilis data dengan cepat, dan dikhawatirkan disalahkan atas tanggapan global yang tertunda terhadap berjangkitnya virus mematikan, kata laporan AP.

Dr Michael Ryan, kepala kedaruratan WHO, dikutip mengatakan: "Bahaya sekarang adalah bahwa meskipun niat baik kita ... akan ada banyak menunjuk pada WHO jika sesuatu terjadi."

Presiden Trump telah mengecam WHO dan menuduhnya dikendalikan oleh Cina. Dia mengatakan pekan lalu bahwa AS "mengakhiri hubungannya" dengan WHO, dan mengarahkan kembali jutaan dolar yang diberikannya kepada badan kesehatan global di tempat lain.

Laporan AP mengatakan bahwa Komisi Kesehatan Nasional, otoritas kesehatan paling senior di Beijing, memblokir laboratorium dari melepaskan informasi tentang virus COVID-19 tanpa persetujuannya, yang berarti ada keterlambatan dalam informasi yang diterbitkan selama hampir Januari. (mdk/bal)

Baca juga:
Tes Covid-19 Massal di Wuhan Tak Temukan Kasus Baru, Tapi Ada 300 Orang Tanpa Gejala
Begini Cara Wuhan Tes Massal Covid-19 kepada 11 Juta Warga dalam Dua Pekan
Begini Perawatan Kesehatan yang Tepat Pada Anak Kala Jalankan New Normal
Sisi Lain Strategi China Hadapi Pandemi Covid-19, Kamera Pemantau Awasi Gerakan Warga
Uji Coba ke Hewan Sukses, Peneliti China Kian Dekat dengan Vaksin Corona
Hasil Penelitian: Monyet Kebal Virus Corona Setelah Terinfeksi

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Agama Sejatinya Tidak Menyulitkan Umatnya - MERDEKA BICARA with Menteri Agama Fachrul Razi

5