Donald Trump: Ledakan Beirut Lebanon Terlihat Seperti Serangan Mengerikan

Donald Trump: Ledakan Beirut Lebanon Terlihat Seperti Serangan Mengerikan
Ledakan di Beirut. ©STR/AFP
DUNIA | 5 Agustus 2020 06:27 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan duka cita atas ledakan di Beirut, Lebanon, yang menewaskan lebih dari 70 orang. Trump mengaku siap memberikan bantuan.

"Doa kami kirimkan kepada semua korban dan keluarganya," ujar Presiden Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih, seperti dikutip Rabu (5/8/2020).

Donald Trump juga berkata hubungan antara AS dan rakyat Lebanon sangat baik.

"AS siap membantu Lebanon. Relasi sangatlah baik dengan rakyat Lebanon. Dan kita akan di sana untuk membantu," ujarnya.

Lebih lanjut, Presiden Donald Trump berkata ledakan di Beirut, Lebanon, mirip dengan serangan. Namun, ia tak menjelaskan ucapannya dengan detail.

"(Ledakan) ini terlihat seperti serangan mengerikan," ucap Trump sebelum beralih ke topik lain.

Perdana Menteri Lebanon Hassan Dais juga sudah meminta bantuan dari negara-negara sahabat. Ledakan di Beirut Lebanon juga disebut sebagai bencana nasional.

Ledakan berasal dari gudang penyimpanan di dekat pelabuhan. Pemerintah Lebanon berjanji akan mengungkap fakta-fakta terkait tempat itu.

Arab Saudi Turut Berduka

Pemerintah Arab Saudi ikut mengirimkan duka cita atas tragedi ledakan di Beirut, Lebanon nan dahsyat. Ledakan terjadi pada Selasa waktu setempat dan mengakibatkan puluhan orang tewas.

"Kerajaan Arab Saudi memantau dengan kekhawatiran besar pada akibat ledakan yang terjadi di pelabuhan Beirut hari ini, yang mengakibatkan kematian dan luka-luka," tulis Kementerian Luar Negeri Arab Saudi via Twitter, Rabu (5/8/2020).

"Kami menyampaikan rasa duka cita dan simpati tulus kami kepada keluarga korban dan yang terluka. Kami meminta ampunan kepada Tuhan bagi mereka yang meninggal di kejadian tragis ini, agar mereka yang terluka segera sembuh, dan melindungi Lebanon dari segala luka," ujar akun @KSAmofaEN.

Berdasarkan update terkini, ada 73 orang yang meninggal akibat ledakan di Beirut, Lebanon. Ledakan diduga berasal dari bahan kimia.

Titik ledakan berada tak jauh dari jalan raya. Mobil-mobil pun turut terdampak oleh asap yang menyebar secara cepat.

Api masih terus membara ketika proses evakuasi korban luka akibat ledakan di Beirut Lebanonitu berlangsung.

Reporter: Tommy Kurnia (Liputan6.com) (mdk/did)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami