Dua milisi pro-Armenia tewas ditembak militer Azerbaijan

Dua milisi pro-Armenia tewas ditembak militer Azerbaijan
DUNIA | 26 April 2016 16:36 Reporter : Marcheilla Ariesta Putri Hanggoro

Merdeka.com - Konflik senjata Armenia dan Azerbaijan terus berlanjut. Kali ini, dua tentara wilayah semi-otonom Nagorno-Karabakh tewas ditangan militer Azerbaijan. Tensi kembali memanas di wilayah semi-otonom tersebut.

Dilaporkan Reuters, Selasa (26/4), gencatan senjata terjadi selama empat hari di wilayah Kaukasus Selatan sejak 5 April silam. Meski demikian masih saja terdengar suara tembakan pada malam hari. Gencatan senjata ini dibantu oleh Moskow sebagai penengah.

Menteri pertahanan Nagorno Karabakh mengadu, angkatan bersenjata Azerbaijan sudah melanggar gencatan senjata selama lebih dari 80 kali.

"Mereka (Azerbaijan) menggunakan hampir semua artileri dan perlengkapan perang," katanya.

Dia menyebutkan insiden ini telah menyebabkan kerugian yang sangat signifikan terutama dalam peralatan militer dan juga sumber daya manusia.

Sementara itu, ditemui di tempat berbeda, kementerian pertahanan Azerbaijan mengaku tidak ada kerugian di pihaknya. Sebaliknya, mereka menyebutkan Azerbaijan melakukan serangan balasan setelah Armenia menyerang mereka dengan roket.

Nagorno-Karabakh sejak 1994 menjadi wilayah semi-otonom yang tidak diperintah siapapun, walau peta internasional masih memasukkannya sebagai wilayah Azerbaijan. Status quo ini adalah jalan tengah, agar Armenia maupun Azerbaijan berhenti berperang. Namun negosiasi untuk menuntaskan batas wilayah sampai sekarang sulit tercapai. Perang dua dekade lalu memakan korban tewas hingga 30 ribu orang.

Awal bulan ini, kontak senjata terjadi juga antara militer Armenia dan Azerbaijan di wilayah sengketa terseut. Sedikitnya 35 tentara tewas.

Insiden itu adalah konflik terburuk di Nagorno-Karabakh sejak perjanjian damai diteken pada 1994. Rusia, Uni Eropa, serta Amerika Serikat meminta kedua negara menahan diri agar tidak jatuh korban jiwa lebih banyak. (mdk/ard)

Baca juga:
Azerbaijan tolak damai, berkukuh wilayahnya dicaplok Armenia
Perang lawan Armenia, Azerbaijan minta dukungan Indonesia
Dubes Armenia: Kami ingin berdamai permanen dengan Azerbaijan
Armenia-Azerbaijan saling tembak di zona sengketa, 30 tentara tewas
RI kirim pasukan damaikan Azerbaijan-Armenia jika diminta PBB

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami