Dua nenek di China ditangkap karena tanam opium

DUNIA | 23 Maret 2018 19:52 Reporter : Liputan6.com

Merdeka.com - Dua nenek asal kota Shenqui, Henan, China, ditangkap polisi karena kedapatan membudidayakan tanaman opium. Rupanya, bunga poppy yang mereka klaim sebagai obat-obatan itu sengaja dijual demi mendapatkan keuntungan.

Dikutip dari laman South China Morning Post, Jumat (23/3), setiap bunga opium hasil panen mereka jual dengan harga 2 yuan atau setara dengan Rp 4.200.

Penangkapan kedua pelaku bermula saat mereka sedang menawarkan opium ke pasar.

Aparat yang mengetahui kejadian tersebut langsung membawa dua tersangka ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan. Penangkapan terjadi pada Ahad lalu.

Tak hanya mendapatkan barang bukti dari dua wanita tua itu saja, polisi juga melakukan pemeriksaan ke ladang, tempat mereka bekerja.

Polisi kemudian menemukan sekitar 2.300 bunga opium yang siap untuk dipanen. Pihak berwenang China akhirnya menyita semua tanaman dan menahan dua pelaku.

Polisi mengatakan, menanam dan membudidayakan tanaman opium tanpa izin dianggap sebagai tindak kejahatan di China. Sebab, tanaman ini ilegal dan kerap disalahgunakan.

Bunga opium biasanya digunakan sebagai bahan baku pembuatan morfin dan juga heroin.

Merujuk pada undang-undang di China, bagi siapa saja yang menanam tanaman candu tanpa izin maka akan dikenakan denda atau hukuman penjara.

Reporter: Teddy Tri Setio Berty

Sumber: Liputan6.com


Perang dagang, China kenakan tarif impor tinggi babi hingga anggur AS
Membongkar tujuan Donald Trump picu perang dagang dengan China
Menko Darmin soal Trump picu perang dagang: Kenapa jadi pusing? Biar saja dia perang
Kenalan dengan Dilraba Dilmurat, aktris cantik China pujaan Alexandre Pato
Foto berbikini di tengah salju, hot mama 51 tahun asal China viral lagi

(mdk/pan)