Dunia Kutuk Israel Atas Kekerasan terhadap Warga Palestina di Masjid Al-Aqsa

Dunia Kutuk Israel Atas Kekerasan terhadap Warga Palestina di Masjid Al-Aqsa
Bentrokan warga Palestina dan polisi Israel di kompleks Masjid Al Aqsa. ©REUTERS/Ammar Awad
DUNIA | 10 Mei 2021 13:00 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Lebih dari 200 warga Palestina terluka di luar masjid Al-Aqsa di wilayah Yerusalem Timur yang diduduki ketika polisi Israel menembakkan peluru logam berlapis karet, gas air mata, dan granat setrum ke arah para pengunjuk rasa yang bersenjatakan batu.

Puluhan ribu jemaah sebelumnya telah berkumpul di masjid tersebut pada Jumat terakhir bulan Ramadan dan banyak dari mereka tetap diam di sana untuk berunjuk rasa menentang rencana Israel menggusur keluarga Palestina dari rumah mereka di tanah yang diklaim pemukim Yahudi di lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur.

Warga Palestina telah melakukan serangkaian aksi duduk di lingkungan itu dalam beberapa hari terakhir mengecam perintah Israel agar mereka mengosongkan rumah mereka. Pasukan keamanan Israel menyerang mereka dengan siraman air, gas air mata, peluru berlapis karet, dan granat setrum. Puluhan warga Palestina ditangkap.

Sejumlah negara dan komunitas internasional beraksi, mengutuk kekejaman Israel di Masjid Al-Aqsa dan Sheikh Jarrah.

Kantor HAM PBB mendesak Israel membatalkan penggusuran paksa dan memperingatkan tindakannya bisa termasuk kejahatan perang.

“Kami ingin mempertegas bahwa Yerusalem Timur masih menjadi bagian wilayah Palestina yang diduduki, di mana hukum kemanusiaan internasonal berlaku,” jelas juru bicara Kantor HAM PBB, Rupert Colville, dikutip dari Al Jazeera, Senin (10/5).

“Kekuatan pendudukan tidak bisa merampas bangunan di wilayah yang diduduki,” tegasnya.

Colville menambahkan, memindahkan populasi sipil ke wilayah yang diduduki ilegal berdasarkan hukum internasional dan bisa dikategorikan kejahatan perang.

Qatar mengutuk polisi Israel karena menyerbu ke dalam masjid Al-Aqsa dan menyerang para jemaah.

Menurut Kementerian Dalam Negeri Qatar dalam pernyataannya, tindakan Israel menyakiti perasaan jutaan Muslim di seluruh dunia dan termasuk pelanggaran berat HAM serta perjanjian internasional.

Qatar juga mendesak komunitas internasional bekerja sama mengakhiri agresi berulang kali Israel terhadap warga Palestina dan Al-Aqsa. Pernyataan tersebut juga menegaskan kembali dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina dan hak mereka untuk membentuk negara merdeka berdasarkan perbatasan 1967.

Sejumlah pejabat Turki mengkritik Israel dan menyerukan negara lain menyampaikan kecamannya. Kementerian Luar Negeri Turki dalam pernyataannya mendesak Israel segera menghentikan tindakan provokatif dan sikap bermusuhannya.

“Memalukan untuk Israel dan mereka yang tetap bungkam di hadapan serangan memalukan ini,” ujar juru bicara Presiden Turki, Ibrahim Kalin.

“Kami menyerukan setiap orang berdiri melawan kebijakan pendudukan dan agres negara apartheid ini,” lanjutnya.

Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) juga mengecam rencana penggusuran warga di Sheikh Jarrah.

UEA, yang melakukan normalisasi hubungan dengan Israel tahun lalu menyatakan “sangat mengutuk” bentrokan dan rencana penggsuran tersebut. Pernyataan ini dikeluarkan Menteri Negara Urusan Luar Negeri, Khalifa al-Marar. Al Marar juga mendesak Israel menurunkan ketegangan dan memberikan perlindungan bagi warga Palestina melaksanakan hak-haknya dalam beribadah dan mencegah tindakan yang melanggar kesucian Masjid Al-Aqsa.

Baca Selanjutnya: Sifat kriminal rezim Zionis tidak...

Halaman

(mdk/pan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami