Eksekusi Gantung Pelaku Pemerkosaan Massal New Delhi 2012 Kemungkinan Ditunda

Eksekusi Gantung Pelaku Pemerkosaan Massal New Delhi 2012 Kemungkinan Ditunda
DUNIA | 16 Januari 2020 15:33 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Pekan lalu, pengadilan India menetapkan jadwal eksekusi gantung empat terpidana pemerkosaan massal New Delhi tahun 2012 pada 22 Januari mendatang. Namun kemungkinan eksekusi tersebut ditunda karena proses permohonan pengampunan yang diajukan salah satu terpidana kepada Presiden India.

Kasus pemerkosaan di dalam bus tersebut menuai kemarahan di seluruh penjuru India dan bahkan dunia internasional. Korban, yang dikenal dengan nama Nirbhaya meninggal beberapa hari setelahnya akibat lukanya yang parah.

Mahkamah Agung India mengkonfirmasi hukuman tersebut, menggambarkan kebrutalan kejahatan yang dilakukan terhadap gadis itu dan menyebutnya sebagai tindakan yang tidak dapat dipahami secara manusiawi.

Pada Rabu, sehari setelah pengadilan tinggi India menolak permohonan pengampunan oleh dua terpidana, otoritas penjara Delhi mengatakan kepada Pengadilan Tinggi Delhi, tak akan ada eksekusi pada 22 Januari karena salah satu terpidana, Mukesh Kumar tengah mengajukan permohonan pengampunan kepada presiden.

Namun pengadilan menolak untuk mengesampingkan surat kematian yang dikeluarkan oleh hakim pengadilan, dengan mengatakan "tidak ada yang salah dengan itu".

Vinay Sharma, Mukesh Kumar, Akshay Kumar Singh dan Pawan Gupta akan digantung Rabu depan jam 7 pagi di dalam penjara Tihar di Delhi. Seorang hakim di persidangan menandatangani surat kematian untuk eksekusi, tujuh tahun setelah kasus tersebut.

Mukesh Singh mengajukan petisi pengampunan, yang langsung ditolak pemerintah, menurut Wakil Ketua Menteri Manish Sisodia. Bahkan setelah ditolak, seorang terpidana harus diberi pemberitahuan 14 hari sebelum eksekusi, menurut petugas penjara Tihar.

Pengadilan Tinggi menolak untuk mendengar permohonan terpidana yang menentang surat perintah hukuman mati, memintanya untuk mendekati pengadilan.

Tak satu pun dari empat terpidana dapat dieksekusi pada 22 Januari kecuali jika permohonan pengampunan diputuskan dan ada pemberitahuan ke pengadilan.

"Nasib seorang terpidana mati mencapai final hanya setelah permohonan pengampunannya ditolak oleh Presiden," kata pengacara Rahul Mehra, yang mewakili pemerintah Delhi, dilansir dari laman NDTV, Kamis (16/1).

1 dari 1 halaman

Mehra mengatakan kepada pengadilan, pola yang ditempuh para terpidana untuk mengajukan permohonan pengampunan secara terpisah adalah strategi untuk "menggagalkan proses hukum". Setelah satu permohonan, pemerintah perlu menunggu terpidana yang lain mengurus permohonan pengampunannya.

Ibu Nirbhaya meminta Presiden Ram Nath Kovind untuk menolak permohonan pengampunan Mukesh Singh.

"Mereka akan digantung pada tanggal yang ditentukan, tidak peduli pengadilan mana yang mereka dekati," katanya kepada wartawan.

Pada 7 Januari, tepat sebelum pengadilan mengumumkan tanggal eksekusi, ibu Mukesh Singh berjalan mendekati ibu Nirbhaya dan memohon agar nyawa putranya diselamatkan.

"Setelah menangis selama tujuh tahun, saya telah menjadi batu. Saya tidak merasakan apa-apa," ibu Nirbhaya mengatakan kepada NDTV. (mdk/pan)

Baca juga:
Di India, Satu Perempuan Laporkan Pemerkosaan Setiap 15 Menit
Empat Pelaku Pemerkosaan Massal New Delhi 2012 akan Dihukum Gantung 22 Januari
Bocah Empat Tahun di India Kritis Setelah Diperkosa Seorang Pemuda
Banding Ditolak, Empat Pelaku Pemerkosaan Massal dalam Bus di India Segera Digantung
Pemerkosa Dokter Hewan di India Mengaku Pernah Perkosa & Bakar Sembilan Perempuan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami