Eropa hingga AS enggan mengakui kemerdekaan Catalunya

Eropa hingga AS enggan mengakui kemerdekaan Catalunya
Catalonia deklarasi kemerdekaan. ©2017 REUTERS/Yves Herman
DUNIA | 28 Oktober 2017 13:08 Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo

Merdeka.com - Parlemen Negara Bagian Catalunya akhirnya memutuskan memproklamasikan kemerdekaan dari Spanyol yang sempat tertunda. Namun, keputusan mereka tidak diakui oleh sejumlah negara di Eropa, Uni Eropa, hingga Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Dilansir dari laman Reuters, Sabtu (28/10), Perdana Menteri inggris, Theresa May, menyatakan tidak mengakui proklamasi kemerdekaan dilakukan Parlemen Catalunya. Menurut pernyataannya, pemerintah Inggris enggan mengakui deklarasi itu lantaran Mahkamah Agung Spanyol menyatakan jajak pendapat digelar pada 1 Oktober lalu ilegal.

"Kami ingin melihat aturan hukum tetap dipegang teguh, serta undang-undang dasar dihormati dan mengembalikan persatuan Spanyol," demikian seperti dikutip dari pernyataan Theresa May.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, juga menolak mengakui proklamasi kemerdekaan Catalunya. "Ada aturan hukum yang sesuai undang-undang dasar di Spanyol. (Perdana Menteri) Mariano Rajoy ingin aturan ini dihormati dan saya mendukung penuh," kata Macron.

Senada dengan Inggris dan Prancis, Jerman juga enggan mengakui deklarasi kemerdekaan Catalunya. Mereka mendukung upaya Rajoy mengembalikan ketertiban di Catalunya.

"Pemerintah Jerman tidak mengakui deklarasi kemerdekaan apapun. Kami berharap semua pihak yang terlibat menggelar dialog dan menurunkan tingkat ketegangan," kata Juru Bicara Pemerintah Jerman, Steffen Seibert.

Bahkan pemerintah Amerika Serikat juga masih menganggap Catalunya adalah bagian dari Spanyol. Maka dari itu mereka enggan mengakui deklarasi kemerdekaan Catalunya.

"Amerika Serikat mendukung pemerintah Spanyol mengambil langkah sesuai konstitusi supaya Spanyol tetap bersatu dan kuat," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS, Heather Nauert.

NATO juga bereaksi atas deklarasi kemerdekaan Catalunya. Spanyol merupakan salah satu sekutu NATO. Mereka menyatakan kalau hal itu adalah urusan dalam negeri dan meyakini Spanyol bisa mencari jalan keluarnya.

Uni Eropa juga nampaknya tidak tertarik dengan upaya pemisahan diri Catalunya. Menurut Presiden Komisi Eropa, Jean-Claude Juncker, sudah terlalu banyak perpecahan serta pertikaian terjadi dan masalah Catalunya diharapkan tidak perlu menambah panjang daftar masalah terjadi.

Presiden Dewan Eropa, Donald Tusk, juga berharap supaya Rajoy bisa mencari solusi permasalahan dengan Catalunya, dan mengedepankan dialog serta menghindari tindakan represif. (mdk/ary)

Kegembiraan warga saat Catalonia mendeklarasikan kemerdekaan dari Spanyol

Catalunya kisruh kemerdekaan, pelatih Barca bungkam

Catalunya proklamasikan kemerdekaan yang tertunda, Spanyol murka

Spanyol bidik petinggi Catalunya dengan dugaan makar

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami