Facebook dan Twitter Hapus Unggahan Hoaks Pemimpin Dunia Soal Virus Corona

Facebook dan Twitter Hapus Unggahan Hoaks Pemimpin Dunia Soal Virus Corona
DUNIA | 1 April 2020 13:05 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Facebook dan Twitter menghapus unggahan sejumlah pemimpin dunia yang menyebarkan hoaks atau misinformasi soal virus corona.

Facebook menghapus video Presiden Brasil, Jair Bolsonaro yang mengklaim hydroxychloroquine bisa efektif mengobati virus tersebut. Bolsonaro berulang kali meremehkan virus itu dan meminta warganya mengabaikan saran medis untuk melakukan jaga jarak sosial. Demikian dilansir dari BBC, Rabu (1/4).

Kemudian disusul penghapusan unggahan Twitter Presiden Venezuela, Nicolas Maduro terkait pengobatan ala rumahan atau pengobatan tradisional untuk virus corona.

Kedua jejaring media sosial ini sebelumnya jarang menghapus pesan dari para pemimpin dunia, bahkan walaupun terbukti tidak benar.

Namun kini, semua jaringan media sosial utama berada di bawah tekanan untuk memerangi kesalahan informasi seputar pandemi virus corona.

1 dari 2 halaman

Twitter telah memperbarui panduannya untuk memerangi kesalahan informasi medis yang bertentangan dengan pedoman kesehatan masyarakat internasional.

Facebook juga berkomitmen untuk menghapus informasi yang dapat menyebabkan kerugian fisik.

Unggahan Presiden Bolsonaro menunjukkan dia tengah berbincang dengan warga di jalan-jalan di Taguatinga.

Facebook mengatakan telah menghapus video itu dari kedua platform baik Facebook maupun Instagram. Unggahan itu melanggar standar komunitas karena dapat menyebabkan kerugian, jelasnya kepada BBC.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan sementara belum ada obat yang terbukti dapat mengobati virus corona. Hydroxychloroquine dan senyawa terkait, chloroquine, juga tidak terbukti.

2 dari 2 halaman

Kendati minimnya uji klinis, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) menyetujui kedua senyawa ini, yang terdaftar sebagai obat anti-malaria, untuk "penggunaan darurat" pada pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit.

Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump mengatakan hydroxychloroquine bisa menjadi obat yang efektif, sebelum FDA bergerak.

Pengacara pribadinya, mantan Walikota New York City Rudy Giuliani, menghapus cuitannya yang mengklaim senyawa itu "seratus persen efektif" dalam mengobati virus. Giuliani mengutip pendukung Presiden Trump lainnya, Charlie Kirk, yang cuitannya juga dihapus.

Di Inggris, "unit respon cepat" kantor pemerintah dibentuk untuk bekerja dengan jejaring sosial untuk menghapus berita palsu dan konten berbahaya. (mdk/pan)

Baca juga:
Seminggu Setelah Salaman dengan Putin, Dokter di Rusia Positif Virus Corona
Ilmuwan Sebut Lokasi Ini Paling Aman dari Virus Corona
21 Juta Pengguna Ponsel di China Lenyap, Angka Kematian Sebenarnya karena Corona?
Mempertanyakan Klaim Korea Utara Bebas Virus Corona
Mencicipi Cupcake Corona yang Manis di Jerman
Ilmuwan Pakistan: Virus Corona Diciptakan di Laboratorium AS sebagai Senjata Biologi

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami