Facebook Kurangi Distribusi Konten Militer Myanmar karena Terus Sebarkan Misinformasi

Facebook Kurangi Distribusi Konten Militer Myanmar karena Terus Sebarkan Misinformasi
Aksi Protes Kudeta Militer Myanmar. ©2021 REUTERS/Stringer
DUNIA | 12 Februari 2021 16:08 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Pada Jumat, Facebook menyampaikan pihaknya akan mengurangi distribusi seluruh konten dan profil militer Myanmar karena mereka terus menyebarkan misinformasi setelah tentara menggulingkan kekuasaan dan menangkap para pemimpin sipil dalam kudeta 1 Februari.

Tindakan tersebut bertujuan untuk mengurangi jumlah orang yang melihat konten tersebut. Tindakan akan diberlakukan pada halaman resmi yang dikelola angkatan darat dan juru bicara militer. Demikian disampaikan Facebook melalui sebuah pernyataan, dilansir Reuters, Jumat (12/2).

Dalam pernyataan tersebut, perusahaan ini juga mengatakan pihaknya akan mengurangi distribusi konten dari halaman-halaman lain yang dikendalikan militer.

“Yang berulang kali melanggar kebijakan misinformasi kami,” tegasnya.

Halaman-halaman tersebut juga tak akan muncul di newsfeed sebagai halaman yang “direkomendasikan”.

Perusahaan raksasa media sosial ini juga menghentikan sementara kemampuan lembaga pemerintah Myanmar mengirim permintaan penghapusan konten kepada Facebook melalui saluran normal yang digunakan otoritas di seluruh dunia.

“Secara bersamaan, kami melindungi konten, termasuk pidato politik, yang memperbolehkan rakyat Myanmar mengungkapkan pendapatnya dan menunjukkan pada dunia apa yang terjadi di dalam negara mereka,” jelas Direktur Kebijakan Publik Facebook Area Asia Pasifik dan negara berkembang, Rafael Frankel.

Ratusan ribu warga Myanmar berunjuk rasa di seluruh negeri menentang kudeta dan mendesak pembebasan pemimpin pemerintah sipil, Aung San Suu Kyi dan pejabat tinggi lainnya.

Baca juga:
Survei Facebook sebut 74,59 Persen Orang Indonesia Mau Divaksin
Gara-gara Satpol PP Bubarkan Pengamen Badut, Wali Kota Tanjungpinang Dihina di Medsos
Militer Myanmar Blokir Facebook di Tengah Seruan Pembangkangan Sipil
Myanmar Mulai Lakukan Pemblokiran Facebook, WhatsApp, dan Instagram
Peristiwa 4 Februari: Sejarah Berdirinya Facebook dan Kisah Perjalanan Pembuatannya

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami