Fakta-Fakta Penikaman Salman Rushdie dan Kondisi Terkini

Fakta-Fakta Penikaman Salman Rushdie dan Kondisi Terkini
Salman Rushdie. ©REUTERS
DUNIA | 13 Agustus 2022 17:24 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Penulis novel terkenal Ayat-Ayat Setan Salman Rushdie yang ditikam hari ini di sebuah acara di New York kini harus menggunakan ventilator dan tidak dapat berbicara.

Dikutip dari Aljazeera, Sabtu (13/8), Rushdie juga menderita luka di hati dan mungkin bisa kehilangan salah satu matanya setelah penikaman itu, menurut agennya.

Apa yang terjadi?

Polisi mengkonfirmasi Rushdie ditikam "setidaknya sekali di leher, dan setidaknya sekali di perut" hari ini setelah seorang penyerang menyerbu ke panggung dan menerjang penulis berusia 75 tahun itu tepat saat dia diperkenalkan kepada hadirin.

Seorang saksi Stacey Schlosser, yang menyaksikan serangan itu, mengatakan Rushdie ditikam enam sampai delapan kali sebelum penyerang itu ditahan.

“Tidak ada yang tahu apa yang harus dilakukan. Tidak ada yang tahu bagaimana harus bereaksi. Maksud saya, ada banyak orang yang bergegas ke panggung,” kata Schlosser.

“Seorang pria melompat ke atas panggung entah dari mana. Dia terlihat memulai apa yang tampak seperti memukulinya di dada, mengulangi pukulan tinju ke dada dan lehernya,” kata Bradley Fisher, salah satu hadiri yang menyaksikan insiden itu.

"Orang-orang berteriak, menangis dan terhenyak."

Para hadirin yang tercengang membantu menarik pria itu dari Rushdie yang jatuh ke lantai.

Seorang polisi negara bagian New York yang bertugas di acara tersebut menangkap si pelaku, sementara seorang dokter di antara penonton membantu merawat Rushdie sampai layanan darurat tiba.

Bagaimana kondisi Rushdie?

Setelah diterbangkan ke rumah sakit tempat ia menghabiskan berjam-jam dalam operasi, Rushdie kini harus menggunakan ventilator dan tidak dapat berbicara.

“Beritanya tidak bagus,” sebut agen Rushdie, Andrew Wylie ketika menulis dalam surel ke kantor berita Reuters.

“Salman kemungkinan akan kehilangan satu mata; saraf di lengannya terputus; dan hatinya ditusuk dan dirusak.”

2 dari 2 halaman

Siapa pelaku penikaman?

Polisi mengidentifikasi tersangka bernama Hadi Matar berusia 24 tahun dari New Jersey.

Mayor Eugene Staniszewski dari kepolisian New York mengatakan kepada wartawan, polisi saat ini belum mengetahui motif pelaku pada awal penyelidikan ini.

Pihak kepolisian mengatakan Matar bertindak sendirian.

Mengapa Rushdie bersembunyi?

Sebelumnya Rushdie dikabarkan harus bersembunyi selama beberapa tahun, akibat bukunya "The Satanic Verses" yang menuai kontroversi, terutama pada kaum muslim.

Pada 1989, mendiang pemimpin Iran Ayatollah Khomeini mengeluarkan fatwa yang menyerukan kematian Rushdie.

Pemerintah Iran sejak itu tidak melibatkan diri atas fatwa tersebut tetapi sentimen anti-Rushdie tetap ada.

“Fatwa itu milik Ayatollah dan tidak dapat dibatalkan oleh negara sesuai dengan praktik Iran,” sebut Trita Parsi, wakil presiden eksekutif dari Quincy Institute for Responsible Statecraft.

Pada 2012, sebuah yayasan keagamaan Iran semi-resmi meningkatkan jumlah yang ditawarkan untuk pembunuhan Rushdie dari USD 2,8 juta menjadi USD 3,3 juta.

Reporter Magang: Gracia Irene (mdk/pan)

Baca juga:
Mengungkap Novel Ayat-Ayat Setan karya Salman Rushdie Masih Kontroversial Hingga Kini
Bersimpati pada Ekstremisme, Ini Sosok Pria yang Menikam Penulis Salman Rushdie
Salman Rushdie, Penulis yang Difatwa untuk Dibunuh dan Nyawanya Berharga Rp 43 Miliar
Usai Ditikam, Salman Rushdie Dipasangi Ventilator dan Bisa Kehilangan Satu Matanya
Penulis Novel Ayat-Ayat Setan Salman Rushdie Ditikam di New York
Detik-Detik Penulis Novel Ayat-Ayat Setan Salman Rushdie Ditikam di New York

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini