Finlandia Bakal Punya PM Baru Termuda di Dunia Berusia 34 Tahun

DUNIA | 9 Desember 2019 11:32 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Menteri Transportasi Finlandia, Sanna Marin, dipilih memimpin Partai Sosial Demokratik, membuka jalan baginya untuk menjadi perdana menteri.

Perempuan 34 tahun itu, yang partainya memperoleh suara terbanyak dari lima partai koalisi pemerintah, akan menjadi perdana menteri termuda di dunia dalam beberapa hari ke depan. Dia juga akan menjadi PM perempuan ketiga Finlandia.

Tampil sebagai partai dengan perolehan suara terbanyak pada April lalu, Partai Sosial Demokrat bisa menunjuk salah satu anggotanya untuk mengisi kursi PM di negara Nordik yang berpopulasi 5,5 juta orang itu.

Penunjukan Marin dilakukan setelah Antti Rinne mengundurkan diri pada Selasa setelah sebuah partai dalam koalisi menyatakan hilang kepercayaan kepada Rinne menyusul keterlibatannya dalam sebuah aksi mogok.

"Kami punya banyak tugas di depan untuk membangun kembali kepercayaan," kata Marin kepada wartawan setelah memenangkan pemilihan di antara pimpinan partai.

"Saya tak pernah berpikiran tentang usia atau gender saya, saya pikirkan alasan saya terjun ke politik dan sejumlah hal yang bisa membuat kami memenangkan kepercayaan pemilih," lanjutnya, dilansir dari The Guardian, Senin (9/12).

Empat partai lainnya di koalisi pemerintahan Finlandia juga dipimpin perempuan: Koalisi Kiri dipimpin Li Anderson (32), Liga Hijau dipimpin Maria Ohisalo (34), Partai Tengah dipimpin Katri Kulmuni (32), dan Anna-Maja Henriksson (55) memimpin Partai Rakyat Swedia.

1 dari 1 halaman

Menurut koran terbesar di Finlandia, Helsingin Sanomat dan tabloid Ilta-Sanomat, Marin akan menjadi PM termuda di dunia yang berkuasa. PM Selandia Baru, Jacinda Ardern berusia 39 tahun, dan PM Ukraina, Oleksiy Honcharuk berusia 35. Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un dilaporkan berusia 35.

Popularitas Marin di dunia politik melambung sejak menjadi Ketua Dewan Kota Tampere pada usia 27 tahun. Dia akan mengambil alih kekuasaan di tengah gelombang pemogokan tiga hari, yang akan menghentikan produksi di beberapa perusahaan terbesar Finlandia mulai Senin. Konfederasi Industri Finlandia memperkirakan pemogokan itu akan membuat perusahaan kehilangan pendapatan sampai USD 550 juta.

Koalisi sayap kiri-tengah, yang berkuasa enam bulan lalu, setuju melanjutkan program politiknya untuk menekan pada peralihan ke netralitas karbon, setelah Rinne mengumumkan pengunduran dirinya atas permintaan Partai Tengah.

"Kami memiliki program pemerintah bersama yang mempererat koalisi bersama," kata Marin.

Anggota parlemen diprediksi akan menyetujui penunjukan Marin dan pemerintahan barunya sehingga Marin dapat mewakili Finlandia pada KTT pemimpin Uni Eropa 12 Desember di Brussels. (mdk/pan)

Baca juga:
Melihat Serunya Kejuaraan Dunia Menggendong Istri di Finlandia
Jokowi-Ma'ruf Menang Telak dari Prabowo-Sandi di Penang dan Helsinki
Memandangi Indahnya Fenomena Aurora Borealis di Langit Finlandia
4 Negara Ini Gaji Para Pengangguran Tiap Bulan
Saat Mesin Pemotong Rumput Adu Kecepatan di Kejuaraan Dunia
Finlandia Gaji Pengangguran Rp 8,4 Juta per Bulan, Bagaimana di Indonesia?

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.