Foto Satelit Perlihatkan China Hancurkan Ribuan Masjid dan Makam Muslim di Xinjiang

Foto Satelit Perlihatkan China Hancurkan Ribuan Masjid dan Makam Muslim di Xinjiang
DUNIA | 29 September 2020 07:03 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Sampai satu dekade lalu, peziarah akan berkunjung menggunakan bus, mobil, keledai, dan jalan kaki untuk berkumpul bersama ribuan peziarah lainnya di Makam Imam Asim di pinggiran wilayah perbatasan barat China.

Mereka tertatih-tatih melewati gurun pasir untuk bersimpuh di situs suci yang didekasikan untuk Imam Asim, ulama muslim yang membantu mengalahkan kerajaan Buddha yang berkuasa ribuan tahun lalu. Para peziarah ini adalah Uighur, etnis minoritas muslim terbanyak, dan kerap bergabung dalam festival tahunan untuk mendoakan agar panen berlimpah, kesehatan yang baik, dan anak-anak yang kuat.

Mereka mengikatkan kain yang berisi doa-doa ke tiang-tiang kayu sekitar dan dekat makam. Mereka bergembira dengan berbagai acara yang diadakan di mana para pesulap, pegulat, dan musisi menghibur para peziarah. Mereka berkumpul di sekitar pencerita yang mengisahkan kisah-kisah kuno.

"Tak hanya ziarah. Ada para penghibur, permainan, makanan, papan jungkat jungkit untuk anak-anak, pembacaan puisi, dan seluruh area untuk mengisahkan cerita," kata seorang profesor di Middlebury College, Tamar Mayer, yang mengunjungi Makam Imam Asim untuk penelitian pada 2008 dan 2009.

"Saat itu masih penuh masyarakat, dan penuh kehidupan," lanjutnya, dikutip dari The New York Times, Senin (28/9).

Sampai kemudian pihak berwenang mencoba membatasi keramaian di makam tersebut dengan menempatkan titik pemeriksaan. Pada 2014, peziarah hampir seluruhnya dilarang. Dan pada akhir tahun, banyak masjid dan makam dihancurkan.

Pagar kayu dan tiang yang mengelilingi makam tersebut dan memuat kain-kain bertuliskan doa para peziarah dihancurkan. Seluruh yang tersisa hanya bangunan batu bata lumpur yang menandai makam Imam Asim, yang tampaknya masih utuh di tengah reruntuhan.

Baca Selanjutnya: Penghancuran 8500 Masjid...

Halaman

(mdk/pan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami