Fotografer Asal Gaza Buta Setelah Diserang Tentara Israel Saat Liputan Demo

DUNIA | 20 Januari 2020 11:13 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Untuk kedua kalinya dalam waktu kurang dari tiga bulan, seorang wartawan foto menjadi buta setelah dipukul tentara Israel saat meliput demo.

Sebuah selongsong gas air mata mengenai muka Attiyah Darwish pada Desember 2018 saat liputan unjuk rasa yang berlangsung tiap Jumat di Jalur Gaza, dekat garis pemisah dengan Israel.

Unjuk rasa tersebut merupakan bagian gerakan Great March of the Return, yang dimulai pada Maret 2018 saat Palestina menuntut pengembalian hak atas wilayah mereka yang dirampas sejak pendirian Israel pada 1948. Unjuk rasa tersebut juga menyerukan penghentian 12 tahun blokade wilayah pesisir.

Menurut Al-Mezan Center untuk HAM yang berbasis di Gaza, sedikitnya 215 penduduk Palestina terbunuh selama unjuk rasa, termasuk dua jurnalis. Puluhan ribu lainnya terluka.

1 dari 2 halaman

Kehilangan Penglihatan

Darwish, yang menjalani perawatan mata di Mesir dan Yordania, mengatakan pada Minggu bahwa mata kirinya menjadi buta.

"Saya sedang mengambil gambar, kemudian tiba-tiba saya merasa pukulan berat menghantam muka saya," ujarnya kepada kantor berita Palestina, dilansir dari Aljazeera, Senin (20/1).

"Saya pingsan karena kesakitan dan syok."

Darwish mengalami beberapa retakan dan patah tulang di wajah dan rahang, pendarahan hebat di mata dan telinga kiri, yang awalnya mengakibatkan setidaknya 80 persen gangguan penglihatan parah, kata dokternya.

Menurut dokter Yordania, Faisal Tawfiq Fayyad, mata kiri Darwish mengalami luka di bagian tengah, dan meskipun mengalami beberapa kali operasi, penglihatannya tak bisa dipulihkan dan menjadi buta.

Rahang bawahnya dioperasi dan tulang yang patah di sisi kiri wajahnya diganti dengan pelat logam.

Pengguna media sosial Palestina menyebarkan tagar #MataAttiya dan #MataKebenaran dalam bahasa Arab setelah kampanye dukungan untuk Darwish dan fotografer Muath Amarneh viral pada November lalu.

Amarneh, seorang jurnalis lepas, terkena tembakan peluru tentara Israel ketika meliput unjuk rasa di kota Surif Tepi Barat yang diduduki Israel di dekat kota Hebron.

Dalam dukungannya, para aktivis dari sejumlah negara mengambil foto diri mereka sendiri dengan satu tangan dan mengunggahnya di media sosial, dengan tagar #MataMuath.

2 dari 2 halaman

Tetap Bekerja

Darwish saat ini bekerja untuk kantor berita Palestina, Alray dan menjadi fotografer selama 10 tahun.

"Saya tak bisa merasakan sebelah kiri wajah saya, dan saya terus menerus merasa kesakitan, khususnya selama saya kedinginan dan ketika saya makan," ujarnya.

Namun dia akan tetap bekerja sebagai fotografer.

"Kan saya masih punya satu mata," pungkasnya. (mdk/pan)

Baca juga:
Aksi Perempuan Palestina Lawan Polisi Israel Tolak Pembongkaran Rumah
Menlu Tegaskan Bantuan Indonesia Untuk Palestina Tak Pernah Surut
Tentara Israel Akui Kesalahan Atas Serangan di Gaza Tewaskan 34 Orang
Israel Larang Ratusan Warga Nasrani Palestina Ziarah ke Betlehem Rayakan Natal
Pertemuan Haru Seorang Ibu dan Anak Palestina Setelah Terpisah 20 tahun
Kemarahan Israel Terhadap Rencana Penyelidikan Kejahatan Perang di Palestina

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.